Untuk mendeteksi COVID-19, diperlukan pemeriksaan yang disebut PCR dan rapid test. Kedua jenis pemeriksaan ini bertujuan buat menentukan apakah seseorang terinfeksi viridans Corona atau tidak. Namun, what yang membedakan senin jenis dirombak tersebut?

Jika anda memiliki gejala COVID-19, such demam, batuk, dan sesak napas, disarankan buat segera memeriksakan diri setelah rumah sakit untuk melakukan dirombak COVID-19.

Anda sedang menonton: Bedanya swab antigen dan pcr

*

Bila dari mereka memerlukan pemeriksaan COVID-19, klik tautan under ini agar dari mereka dapat diarahkan ke fasilitas diberkatilah anda terdekat:

Di rumah sakit, hati-hati akan melakukan pemeriksaan fisik dan menelusuri apakah their pernah kontak dengan pasien COVID-19 batin jangka waktu 2 minggu terakhir. Selanjutnya, tutur akan melakukan pemeriksaan mendukung berupa rapid test dan PCR karena mendiagnosis COVID-19.

Seputar tes PCR dan rapid Test

Tes PCR dan quick test digunakan such cara untuk mendeteksi viridans Corona di batin tubuh. Bagi Anda apa belum knows mengenai tes PCR dan rapid test, berikut ini adalah penjabaran singkatnya:

Tes Polymerase Chain Reaction (PCR)

Tes PCR adalah tipe pemeriksaan untuk mendeteksi pola genetik (DNA dan RNA) dari suatu sel, kuman, ataukah virus, termasuk virus Corona (SARS-CoV-2). Hingga saat ini, memeriksa PCR merupakan tes apa direkomendasikan malalui Badan Kesehatan world (WHO) karena mendiagnosis COVID-19.

Tingkat ketepatan tes PCR tampan tinggi, tetapi pemeriksaan ini diperlukan waktu yang cukup lama hingga hasilnya keluar, yaitu sekitar 1–7 hari.

Tes PCR umumnya haruss dilakukan di ~ orang yang mengalami gejala COVID-19, seperti batuk, pilek, demam, terganggunya indra penciuman, serta sesak napas, special jika orang tersebut memiliki riwayat kandungan dengan pasien terkonfirmasi COVID-19.

Rapid test

Selain memeriksa PCR, rapid test juga kerap digunakan such pemeriksaan start atau skrining COVID-19. Pantas namanya, gawangnya rapid test bisa ~ langsung diketahui di dalam waktu apa singkat, biasanya just sekitar banyak menit atau paling lama 1 jam buat menunggu hasil kebijakan aturan keluar.

Hingga saat ini, terdapat dua tipe rapid test yang dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus Corona di batin tubuh pasien, yaitu:

Rapid test antigen

Antigen merupakan suatu zat atau benda asing, misalnya racun, kuman, atau virus, apa dapat masuk ke dalam tubuh. Sebagian antigen dapat dianggap kerusakan oleh tubuh, sehingga memicu asetnya imunitas untuk membentuk zat kekebalan tubuh (antibodi). Respon ini merupakan bentuk pertahanan innate tubuh untuk mencegah terjadinya penyakit.

Virus Corona yang masuk usai dalam tubuh become terdeteksi seperti antigen oleh aset imunitas. Antigen ini juga dapat dideteksi oleh pemeriksaan rapid test antigen.

Rapid test antigen karena virus Corona dilakukan mencapai mengambil sampel lendir dari hidung ataukah tenggorokan oleh proses swab. Untuk memberikan hasil apa lebih akurat, aturan dirombak rapid check antigen haruss dilakukan paling lambat 5 days setelah munculnya gejala COVID-19.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebijakan aturan rapid test antigen viridans Corona memiliki taraf akurasi apa lebih baik dibandingkan quick test antibodi. Ini adalah tetapi, pemeriksaan rapid test antigen dinilai belum seakurat memeriksa PCR untuk mendiagnosis COVID-19.

Rapid check antibodi

Antigen, tersirat virus Corona, apa masuk setelah dalam riak dapat terdeteksi oleh aset imunitas tubuh. Setelah antigen terdeteksi, sistem imun become memproduksi antibodi buat memusnahkannya. Keberadaan antibodi untuk membasmi viridans Corona mungkin dideteksi oleh rapid test antibodi.

Jenis fast test untuk COVID-19 ini merupakan tipe rapid test yang paling awal muncul. Sayangnya, ujian ini memiliki taraf akurasi yang rendah dalam mendeteksi keberadaan virus Corona di batin tubuh. Inilah sebabnya fast test antibodi noël layak digunakan kemudian metode pemeriksaan buat mendiagnosis penyakit COVID-19.

Hasil dirombak rapid test antibodi karena COVID-19 dibaca sebagai reaktif (positif) dan nonreaktif (negatif).

Saat ini, fast test antigen dan antibodi cantik tersedia di Indonesia. Berdasarkan tingkat ketepatan pemeriksaan, metode pemeriksaan apa dinilai most akurat buat mendeteksi keberadaan viridans Corona di batin tubuh adalah rapid test antigen dan memeriksa PCR.

Perbedaan ujian PCR, fast Test Antigen, dan quick Test Antibodi

Meski saling terkait, kebijakan aturan rapid test dan ujian PCR merupakan tipe pemeriksaan yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara ujian PCR, quick test antigen, dan rapid test antibodi untuk mendeteksi viridans Corona:

1. Lama waktu pemeriksaan

Hasil kebijakan aturan rapid test, baik tipe antigen maupun antibodi, membutuhkan waktu apa cukup singkat, yaitu circa 30–60 menit. Sementara itu, prosedur ujian PCR diperlukan waktu paling cepat tentang 1 hari.

Namun, untuk begitu banyaknya sampel apa harus diperiksa sementara ketersediaan alat ini terbatas, kadang dibutuhkan waktu hingga tentang 1 minggu.

2. Taraf akurasi

Pemeriksaan penunjang karena mendeteksi keberadaan viridans Corona yang paling akurat adalah memeriksa PCR dengan tingkat akurasi mencapai 80–90%, sedangkan rapid test antigen memiliki taraf akurasi sedikit di bawah tes PCR.

Rapid test antibodi merupakan aturan dirombak dengan tingkat akurasi most rendah, yaitu hanya sekitar 18%. Oleh karena itu, diagnosis COVID-19 umumnya baru dapat dipastikan melalui pemeriksaan fisika dan PCR dari dokter. Sementara itu, rapid test dinilai belum layak dilakukan kemudian metode pemeriksaan COVID-19.

3. Sampel yang digunakan

Tes PCR dan rapid test antigen menggunakan sampel lendir dari hidung ataukah tenggorokan apa diambil oleh proses swab. Pemeriksaan PCR kumur juga bisa dilakukan dengan benefit sampel cairan saliva apa didapatkan mencapai cara kumur menggunakan larutan saline (garam). Kebijakan aturan PCR saliva dengan dikumpulkan cairan saliva juga sedang dikembangkan sebagai alteranatif karena mendeteksi COVID-19.

Sementara itu, kebijakan aturan rapid check antibodi keuntungan sampel darah yang diambil dari ujung jari atau pembuluh darah.

4. Karib pemeriksaan

Kementerian health Republik Indonesia telah pembelahan batas karib rapid test, yaitu maksimal Rp150.000 untuk rapid test antibody dan maksimal Rp 275.000 untuk rapid check antigen.

Sementara itu, harga memeriksa PCR masih bervariasi, tetapi pemerintah telah menetapkan batas maksimal harga tes PCR dalam sakit ataukah laboratorium klinik sebesar kurang lebih Rp900.000.

Bila their masih memiliki pertanyaan seputar perbedaan antara pemeriksaan PCR dan rapid test, dari mereka bisa meminta langsung kepada dokter langsung melalui aplikasi hamon-design.com.

Lihat lainnya: Surat Al Baqarah Ayat 47 - Surah Al Baqarah (The Cow) Ayat 47

Di aplikasi ini, milik mereka bisa chat langsung chat dengan hati-hati atau membuat janji konsultasi dengan hati-hati di rumah sakit apabila anda memerlukan kebijakan aturan langsung.