Jadi tugas pertama kalian adalah menulis esai tentang perjuangan memasukkan PKN STAN aduh saya bingung harus mulailah menulis dari mana. Oke saya akan start dari niat memasukkan PKN STAN hingga awal mencari cara mudah masuk STAN.

Anda sedang menonton: Cara masuk stan dengan mudah

*

Dimana dapat kutemukan niat itu? N.I.H.I.L

Saat itu yang ada di pikiran saya hanyalah bagaimana mengatur strategi untuk memaksimalkan opsi di SNMPTN, memiliki PTN bukan STAN. Mengapa demikian? Sepanjang saya bersekolah di SMA, hampir setiap aku saya kerumunan menghabiskan waktu di sekolahnya hanya untuk bisa berselancar di internet secara gratis dengan wifi sekolah. Bukan game online, apalagi bokep, saya bisa ~ menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membaca insula di laman-laman resmi yang berkaitan dengan training tinggi dan karir lanjutan. Tidak just itu, saya tambahan sering membaca pengalaman-pengalaman orang lain di blog mereka, biasanya sekitar kebanggaan dimasukkan PTN X, enak dan ngga enaknya kuliah di PTN Y, sampai curhatan alumni PTK sekelas PKN STAN apa susah naik jabatan gara-gara dihapuskanya program UPKP di lingkungannya Kemenkeu pada era menkes Z. Chapter itulah apa membuat semangatku karena mendapatkan PTN terbaik untuk karirku maju semakin mengebu-gebu, dan niat buat mendaftar PKN STAN semakin kabur, hilang entah kemana.

STAN? ngga ah elu aja sono, gua mah pilih S1 PTN begitulah pikirku selama temanku mengajak mendaftar tryout. Bab itu sanggup terjadi buat informasi apa aku untuk menang selama ini dan pengalaman-pengalaman orang-orang apa aku untuk mengetahui ditambah pengalaman people lain apa menyesal kuliah di PKN STAN meskipun muncul sudah memanggang PNS di Kemenkeu. Hal yang ada dibenak saya waktu itu adalah mengapa harus diploma kalau sarjana saja bisa. Okelah lulus diploma STAN setahun ataukah tiga five langsung kerja, tunjangan besar, tapi setelahnya?

Naik jabatan susah, penempatan di seluruh Indonesia, oke kalau di Jakarta, Semarang, Solo, kalau di tempatkan di daerah yang siapa tahu namanya saja belum pernah kita mendengar sebelumnya?. Lebih baik sarjana, empat tahun belajar untuk hidup yang sesungguhnya, tidak punya bayang-bayang DO, siur panjang, jaringan luas, lulusan bisa milih mau kerja dimana, bahkan jika ingin memanggang PNS pun sanggup masuk lewat cara penerimaan umum. Dilampiri langsung golongan III A, koneksi kokoh (apalagi kalau almamater sekelas UI/UGM, ikatan almamaternya tidak dapat dipungkiri. Entahlah bisa saya gila, tapi itu kenyataannya. Posisi-posisi top tingkat diduduki melalui alumni PTN, karena apa? koneksi, bagaimana kita mampu building relasi untuk mencapai sasaran kita.

PNS? Menurut saya sih lebih baik enim wirausaha, toh hal itu noël berbeda. Keduanya sama-sama melayani masyarakat. Tapi mengiurkan memang bekerja kemudian PNS, apalagi PNS dari beraliran penerimaan umum (non-STAN). Misalkan untuk kita kuliah di jurusan akuntansi/ manajemen/ hukum, kita sanggup masuk di Kemenkeu menjangkau jumlah formasi apa ditawarkan dengan ribuan. Kalaupun bukan akuntansi, misalnya kita di jurusan ilmu murni kemudian sejarah/ sosiologi/ antropologi kita sanggup masuk jadi peneliti di LIPI ataupun Kemdikbud. Kerjaanya traveling, dibaca buku, nulis buku, oh menyenangkan sekali (baca: urip iku sawang sinawang).

Teman saya bekerja di Puslitjak Kemdikbud kantornya otomatis di Jakarta, hampir setiap hari update status di secara spasial baru, sekitar Indonesia, kalau di kantor baca buku, penelitian, nulis buku. Kemudian kalau kuliah di jurusan pendidikan, okelah memanggang guru, tapi mantap. Kerjanya Cuma memfasilitasi siswa, setiap hari bergaul mencapai siswa, tunjangan sertifikasi apa besar, pukul kerja minim, hari libur panjang. Ahsudahlah hidup noël seindah itu. Intinya, niat dilampiri STAN noël saya temukan dalam diri saya.

Mulai mencari Cara Mudah dilampiri STAN

Siang apa cerah di aku sabtu akun itu seakan berubah enim kelabu. Ya, days itu (saya dilupakan tanggal berapa) adalah aku dimana siswa kelas XII mendapat kartu peserta ulangan tengah semester. Karena saya masih nunggak SPP saya harus mengambil kartu peserta UAS secara koneksi rusak dengan teman-teman yang lain, di kamarnya kesiswaan. Disitu saya mendapatkan omelan yang menyakitkan ditambah pembayaran di muka tak sedap wakasek kesiswaan plus-plus dilemparnya kartu peserta saya. Untuk saya adalah tipe setiap orang (baca: bukan manusia) apa sensitif dalam hati saya berkata mengapa harus saya apa berada batin posisi ini, koknya beliau noël bisa memaklumi berposisi saya, ahsudahlah mungkin beliau belum pernah berada di posisi such saya.

CUKUP! tampan saya saja yang mengalami posisi sebagai ini, saya disumpah bahwa penerus saya nanti noel akan mengalami what yang ayahnya alami sekarang. JANGAN! Jangan dipikirkan, akun itu masih terlampau jauh karena saya pikirkan. Sekarang adalah saatnya saya lepas nya semua, saya harus cepat mentas dari ketergantungan dengan rakyat tua. Bapak cantik terlalu tua untuk terus-terusan saya susahkan. Saya harus cepat lepas, mentas hahahaha kira-kira seperti itulah pikiran saya, hiperbola memang, bisa pengaruh saya terlalu crowd nonton sinetron. Tapi di ~ intinya peristiwa itulah titik terbalik saya berniat mendaftar STAN. Saya berwewenang cepat mentas dari tanggungan people tua.

Tanggal 22 Maret 2016 tanpa berpikir lama saya segera membuka laman panseldikdin dan mendaftarkan NIK saya menjangkau memilih instansi Kementerian keuangan (membawahi PTK PKN STAN). Nanti mendapat numeral registrasi saya secepatnya membuka laman USM PKN STAN namun hasilnya nihil. Berulang kali saya mencoba login tetap noël bisa. Finite saya pulang dan berharap di hari kedua pendaftaran saya dapat langsung sanggup login, dan alhamdulillah saya sangat senang berhasil login. Berlebihan? Saya rasa tidak karena memang days itu saya sangat bahagia dapat login di laman USM PKN STAN yang trafficnya padat di awal-awal pendaftaran. Saya baca berulang-ulang laman tersebut. Saya mulai menyusun agenda mulai dari perencanaan pengambilan BPU sampai memeriksa tahap akhir.

Sungguh sangat berantakan. Reservasi pengambilan BPU bertabrakan menjangkau ujian nasional minggu kedua (UN CBT SMA dilaksanakan di dalam jangka waktu 2 minggu, senin-kamis senin-selasa) tapi alhamdulillah pendaftaran diperpanjang sehingga perencanaan mundur. Noël sampai disitu perencanaan USM juga bertabrakan mencapai shift action saya (setelah selesai UN saya mengisi waktu dengan bekerja sebagai karyawan di sebuah swalayan bergaul di Solo) yaitu tanggal 15 Mei padahal di days itu saya change pagi dan finite ada berbenturan kerja yang baik hati buat bertukar shift mencapai saya. Ujian tahap 1 saya lewati menjangkau tenang, buat pada tanggal 9 Mei saya sudah diterima di jurusan S1 Akuntansi chip hotch Diponegoro memanggang misalnya noël lolos pun saya cantik aman. Ujian tahap 1 selesai then bergegas karena pulang. Dari kampus Sadhar Jogja jam 11.35 sampai Solo jam 13.00 sholat makan lalu berangkat pergerakan shift siang, sungguh aku yang melelahkan.

Lihat lainnya: Jika Didatangi Hewan Kaki Seribu Pertanda Apa, Cara Efektif Membasmi Ulat Kaki Seribu

Acara perpisahan di Sasana Kridha Kusuma (gedung wanita) Manahan kala itu (25 Mei 2016) berlangsung khidmat. Rasanya syukur dan haru tercurahkan melalui semua wisudawan. Awal dari apa lolos SNMPTN, PMDK Vokasi, also STAN, alhamdulillah saya termasuk apa dapat dua anugrah SNMPTN dan STAN. Saya semakin semangat untuk mengikuti ujian tahap dua. Tapi menjelang tes tahap dua saya was-was. Untuk bisa jadi jadwalnya bersamaan dengan daftar ulang SNMPTN. Tetapi ternyata saya kebagian jadwal tanggal 30, malangnya saat menemani itu asma saya kambuh. Hasilnya saya just dapat 3¾ putaran dari rata-rata cowok 5 putaran, dan didefinisikan saya just bisa pasrah.

Tanggal 15 juni 2016 pengumuman kelulusan menguji tahap dua, alhamdulillah saya lolos. Padahal saya tidak yakin dengan hasil tes kebugaran yang di bawah rata-rata. Sungguh mukjizat itu nyata. Misi lebih dekat adalah tes last (TKD), saya dapat giliran tanggal 20 Juni sesi dua mencapai jumlah peserta 90 orang. Alhamdulillah saya mendapat rating 1 tengah 90 setiap orang sesi dua waktu itu mencapai skor kalau noël salah 389 (TIU 125, TWK 105, TKP 159). Memanggang saya mungkin pulang dan tidur nyenyak. Ya begitulah harapankau. Tapi noel demikian, waktu pengumuman kelulusan yang sempat molor produksi saya khawatir, dan didefinisikan saya pidato lolos USM PKN STAN di jurusan D1 pajak BDK Pontianak. Subhanallah. Sayonara UNDIP. **