Mengulas 20 lagu quận Jawa Tengah paling populer. Debate seputar latar belakang, lirik, dan makna lagu apa mendalam.

Anda sedang menonton: Contoh lagu daerah jawa tengah

Sebagai orang Jawa, siapa di sini yang noël pernah diperdengarkan lagu-lagu Gundul Gundul Pacul, atau bermain permainan secara tradisional Jamuran, atau menyanyikan tembang Gambang Suling di pelajaran artian Suara menyiksa sewaktu SD?

Seperti sedang bernostalgia, tembang-tembang di ~ merupakan lagu-lagu quenn Jawa pusat yang dulu bagian dari kehidupan masa kecil orang-orang Jawa.


Namun tentunya, kesenian musik daerah Jawa markas besar masih terlalu luas kalau hanya diwakili mencapai tiga macam lagu. Nah, di sini setidaknya kita akan mengulas mayoritas lagu quenn Jawa Tengah paling populer, serta dipatok makna dari sebagian lirik-lirik songs tersebut.

Berikut 20 lagu quận Jawa Tengah paling populer dan familiar. Silakan disimak!


1. Suwe Ora Jamu

*
Ki Narto Sabdo

Swara Suling, atau lebih banyak dikenal menjangkau judul Gambang Suling, merupakan lagu daerah Jawa Tengah yang diciptakan melalui Ki Narto Sabdo kemudian ungkapan kekagumannya dengan alat musik seruling yang menghasilkan suara yang indah.

Gambang suling, ngumandhang swarané thulat-thulit, kepénak uniné uuuuniné mung nreyuhaké ba- reng lan kentrung ke- tipung suling, sigrak kendhangané

Terjemahan:


Gambang suling berkumandang suaranya Tulat-tulit, enak bunyinya Bunyinya begitu mengharukan together kentrung, ketipung, suling Mantap suara kendangnya

Ki Narto Sabdo yang bernama asli Soenarto sendiri merupakan putra dari seorang pengrajin sarung keris beranam Partinoyo.

Beliau merupakan seorang seniman musik dan dalang wayang kulit legendaris dari Jawa Tengah, dan dijadikan kemudian sumber referensi oleh dalang-dalang generasi berikutnya.

5. Dondong Opo Salak

Dondong Opo Salak merupakan lagu-lagu anak-anak apa dipopulerkan malalui Krisbiantoro antara five 1960 hingga 1970-an. Songs ini manfaat bahasa apa lugas, tidak berbelit-belit, dan mudah dipahami secara tekstual, khas lagu anak-anak.

Namun meskipun begitu, lagu ini dapat involves makna apa beragam, tergantung di atas siapa apa mendengar dan mengartikannya.


dondong opo salak duku cilik-cilik ngandhong opo mbecak mlaku thimik-thimik Adi ndherek medang tindhak menyang pasar ora pareng rewel ora pareng nakal mengko tengah mesti mundhut oleh-oleh kacang karo roti adi diparingi

Terjemahan:

kedondong ataukah salak duku kecil-kecil naik andong atau becak jalan pelan-pelan Adi ikut ibu pergi ke pasar noel boleh rewel noël boleh nakal nanti ibu pasti beli oleh-oleh koine dan roti Adi pun dikasih

6. Cublak-Cublak Suweng

Cublak-Cublak Suweng adalah sebuah lagu yang dinyanyikan di dalam sebuah permainan tradisional bernama Cublak-Cublak Suweng.

Permainan ini biasa dimainkan melalui anak-anak kecil pedesaan atau perkampungan di quận Jawa, khususnya Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.


cublak-cublak suweng suwenge ting gelenter Mambu ketudhung gudhel Pak Gempong lera-lere Sapa ngguyu ndelikake sir sir pong dele gosong teacher sir pingpong dele gosong

Permainan ini biasa dimainkan melalui 4 sampai 12 anak. Diawali menjangkau hompimpa atau gambreng untuk menentukan siapa apa berperan were Pak Empo. Pak Empo ini kemudian berbaring telungkup di tengah, sementara anak-anak apa lain duduk melingkarinya.

Kemudian anak-anak apa melingkari Pak Empo tersebut membuka telapak memanggang mereka menghadap ke atas dan diletakkan diatas punggung Pak Empo. Lalu, penyimpangan satu dari anak tersebut menggenggam sebuah benih atau kerikil yang dipindah-pindahkan dari groep satu setelah tangan lainbutuh sambil lagu lagu Cublak-Cublak Suweng.

Ketika nyanyian telah sampai pada lirik “…sapa ngguyu ndelikake”, biji atau batu tersebut harus segera disembunyikan dalam genggaman melalui anak apa menerimanya.

Pada beranjak lagu, setiap orang anak yang duduk menggenggam kedua tangan masing-masing dan berpura menyembunyikan biji atau stone tersebut sambil menggerak-gerakkan tangan.


Lalu Pak Empo terjaga dan menebak di tangan siapa biji/kerikil tersebut disembunyikan. Jika tebakannya benar, maka anak apa menggenggam benih tersebut harus bergantian were Pak Empo. Jika salah, Pak Empo bagian belakang berbaring sebagai semula dan permainan diulang lagi.

7. Jamuran

Tidak jauh berbeda dengan Cublak-Cublak Suweng, Jamuran juga merupakan lagu apa dinyanyikan batin sebuah play bernama Jamuran. Play ini dapat dimainkan malalui 4 sampai 12 anak yang biasanya dimainkan di waktu sore atau malam saat bulan purnama.

Permainan Jamuran dapat dimainkan oleh anak laki-laki maupun anak perempuan, umumnya berusia 6 sampai 13 tahun. Bermain ini also tidak membutuhkan alat apapun, just membutuhkan tanah lapang apa luas.

Jamuran, jamuran, yo ge ge thok shiitake apa, jamur apa, yo ge ge thok shiitake payung ngrembuyung empire lembayung Sira badhe shiitake apa?

8. Padhang Wulan

*

Secara tekstual, songs ini secara gamblang berisi ajakan karena meramaikan malam bulan purnama dengan bermain bersama teman-teman. Namun secara filosofis, lagu ini akibat mengajak karena bersyukur kepada yang Maha Kuasa atas malam apa begitu indah.

Sebagai ungkapan rasa syukur, sang penulis lagu apa belum diketahui secara pasti ini mengajak buat tidak tidur terlalu sore, karena untuk menghidupkan malam yang indah itu dengan ibadah sunnah.

Yo ‘pra kanca dolanan ing jaba padhang wulan padhange kerajaan rina Rembulane sing awe-awe ngelingake aja padha turu sore

Yo ‘pra kanca dolanan ing jaba rame-rame kene akeh kancane Langite pancen sumebyar rina yo padha dolanan sinambi guyonan

Terjemahan:


Ayo teman-teman bermain di luar terang bulan terangnya seperti siang Bulannya melambai-lambai mengingat jangan tidur di dimensi hari

Ayo teman-teman bermain di luar rame-rame here banyak temannya Langitnya terang sekian ayo play sambil bercanda

9. Tavern Pojok

Akeh wong padha kedanan masakan, akeh wong padha kelingan pelayan Ora klalen kesopanan ning sekabeh lelangganan

Yen terbalik tas jalan-jalan mingguan mumpung bae kantong gajian kaulan Warung pojok go ampiran etung-etung setelah kenalan Tobat dhendhenge emi rebuse, Sega gorenge dhaginge gedhe gedhe

Adhuh kopie, tobat bukete Adhuh manise persis kerajaan pelayane Pura-pura mata mlirik meng dhuwur padhahal ati ketarik lan heran baru Nginum kopi mencok nyembur kesebab nyasar meng cungur Tobat dhendhenge emi rebuse Sega gorenge dhaginge gedhe gedhe Adhuh kopie tobat bukete Adhuh manise persis kaya pela

10. Jangkrik Genggong

“Semarang kaline banjir…”, kata itu terutang populer apa bahkan bisa dibilang menjadi semacam slogan yang akhirnya melekat pada kota Semarang. Padahal, “Semarang kaline banjir” merupakan potongan dari lirik lagu Jangkrik Genggong yang dipopulerkan malalui Waldjinah.

Kendal kaline wungu Ajar knows karo aku Lelene mati digepuk Gepuk nganggo walesane

Suwe ora pethuk Ati sida remuk Kepethuk mung suwarane

Jangkrik genggong, jangkrik genggong Luwih becik berbicara kosong

Semarang kaline membanjiri Ja sumelang ra dipikir

Jangkrik upa saba ning tangga Malumpat ning markas besar jogan Wis watake priya, jare ngaku setya tekan ndalan selewengan

Jangkrik genggong, jangkrik genggong Wani nglirik sepi uwong

Yen ngetan bali ngulon Tiwas edan rak kelakon

Yen ngrujak Ngrujaka nanas Ojo ditambahi kuweni

Kene tiwas nggagas Awak adhem panasnya Jebul ana song nduweni

Jangkrik genggong, jangkrik genggong Sampun cekap prins borong

11. Sekolah

Esuk-esuk srengengene another metu, sibu Nyuwun pangestu kang putra badhe sinau, sibu

Nyangking etas ing jerone isi sabak, bapak Gerip lan sada wis jumepak ana kothak bapak

Awan-awan srengengene ana tengah, si ‘mbah Bungah-bungah kang wayah mulih sekolah, si ‘mbah

Sore-sore lampune dhimunculake, budhe Wis wayahe bocah-bocah diatas sinau budhe

12. Turi-Turi Putih

*

Turi-Turi weiss merupakan songs peninggalan Sunan Giri yang menceritakan kyung kearifan, kesadaran menjadi kehidupan dan kematian.

Syair tembang ini begitu indah dan bermakna, pesannya lebih ciri ditujukan kepada murid seperti penuntut ilmu dan guru kemudian pengajar.

Turi turi limbah ditandur ning pinggir sumur Turi turi putih ditandur ning pinggir sumur Jeleret tiba nyemplung nanti kembang kembange maafkan saya Mbok kira mbok kira mbok kira kembange maafkan saya Kembang kembang m’lathi kembang m’lathi dironce-ronce Kembang kembang m’lathi kembang m’lathi dironce-ronce song kene setengah mati sing kana ‘ra piye piye Mbok kira mbok kira mbok kira kembange apa

Turi-turi melambangkan pitutur atau nasehat. Sedangkan putih mewakili bahan kafan dan mewakili kematian. Dengan begitu, Turi Turi Putih adalah sebuah nasehat dari seorang guru kepada murid kyung makna di atas kehidupan ataukah kematian.

Lagu ini memberikan menodai kepada murid buat selalu mengikuti maafkan saya yang disampaikan guru-guru berupa nasehat supaya noel tersesat.

Sementara guru adalah semacam figur yang başı dan ucapannya selalu ditiru dan diteladani, maka seorang guru harusnya lebih membudaya diri dalam başı dan ucapannya.


13. Dak Petik Kembang Melati

Dak petik-petik kembang melati. Dak sebar-sebar ing tengah ratri. Kuwi apa kuwi, ja padha korupsi. Mengko yen korupsi, negarane rugi. Piye mas kuwi… Aja ngono, ngona-ngona ngono…

14. Sluku-Sluku Bathok

*
Sunan Kalijaga

Meskipun terkesan sebagai lagu anak-anak yang menggunakan bahasa yang sederhana, rupanya Sluku-Sluku Bathok merupakan deviasi satu songs gubahan Sunan Kalijaga dan memiliki makna yang sangat filosofis.

Sluku-sluku bathok Bathoke ela-elo Si rama menyang Solo Leh olehe payung mutho Mak jentit lho-lho lobah Wong sekarat ora obah Yen obah medeni muda Yen urip goleka duwit

Konon, Sunan Kalijaga pintu masuk unsur-unsur cost agama batin bentuk lagu anak-anak yang sederhana agar lebih sederhana dihafal dan bertahan lama.

Judul Sluku-Sluku Bathok pun also dikatakan merupakan serapan dari bahasa Arab, Ghuslu Ghuslu Bathnaka, yang artinya “Mandikan (Bersihkan) Batinmu”.

Lihat lainnya: Cara Membuat Kue Bolu Gula Merah Ideas, Resep Kue Bolu Kukus Gula Merah Mekar 1

Baca juga: 16 Lagu quenn Sumatera barat (Lagu Minang) Beserta Liriknya

15. Sinom

Amenangi jaman edan ewuh aja ing pambudi melu edan ora simpan saja jen tan melu anglakoni boya kaduman melik kaliren wekasanipun dilalah niat Allah begjane kang lali luwih begja kang engling lan waspada

16. Gek Kepriye

Duh empire ngene rasane Anake wong ora duwe Ngalor ngidul tansah diece Karo kanca kancane

Pye pye pye pye memiliki ben rasakna Pye pye pye pye rasakna dewe Pye pye pye pye memiliki ben rasakna Pye pye pye pye rasakna dewe

Besuk while aku mungkin Urip kang luwih mulya Melu nyunjung drajating negara Indonesia kang mulya

Pye pye pye pye mbuh ra weruh Pye pye pye pye mbuh ra ngerti Pye pye pye pye mbuh ra weruh Pye pye pye pye mbuh ra ngerti

17. Pitik Tukung

Aku duwe pitik pitik tukung Saben dina tak pakani jagung Petok gok petok petok ngendok pitu Tak ngremake netes telu Kabeh trondol trondol tidak punya wulu Mondol mondol dol gawe guyu

18. Andhe-Andhe Lumut

Putraku si Andhe Andhe Andhe Lumut Temuruna ana putri kang unggah-unggahi Putrine, ngger, sing ayu rupane

Klenthing abang iku kang dadi asmane

Duh, Ibu, kula dereng purun Duh, medang kula mboten mudhun Nadyan ayu sisane si Yuyu Kang-kang

Putraku si Andhe Andhe Andhe Lumut Temuruna ana putri kang unggah-unggahi Putrine, ngger, sing ayu rupane

Klenting Ijo iku kang dadi asmane

Duh, Ibu, kula dereng purun Duh, ibu kula mboten mudhun Nadyan ayu sisane si Yuyu Kang-kang

Putraku si Andhe Andhe Andhe Lumut Temuruna ana putri kang unggah-unggahi Putrine, ngger, song ayu rupane Klenting Biru iku kang dadi asmane

Duh, Ibu, kula dereng purun Duh, medang kula mboten mudhun Nadyan ayu sisane si Yuyu Kang-kang

Putraku si Andhe Andhe Andhe Lumut Temuruna ana kere kang unggah-unggahi Kerene, ngger, kang olo rupane

Klenthing keemasan iku kang dadi asmane

Duh, Ibu, kula sampun purun Duh, medang kula purun mudhun

Nadyan ala putri niki opsi kulo

19. Dare Kate Dipanah

Te kate dipanah Dipanah ngisor gelagah Ana manuk konde-onde Mbok sirbombok mbok sirkate Mbok sirbombok mbok sirkate

Baca juga: Kumpulan 16 Lagu menyiksa Papua paling Populer

20. Gendhing Ketawang medang Pertiwi

Ibu Pertiwi… Paring boga lan sandhang kang murakabi Peparing rejeki manungsa kang yekti tengah Pertiwi… Mrih sutresna mring sesami ibu Pertiwi… Kang maelu urip yekti Karya sutresna medang pertiwi.