Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani atau Syekh iwagawa al-Bantani (lahir di Tanara, Serang, 1230 H/1813 M - wafat di Mekkah, Hijaz 1314 H/1897 M).Ia seorang ulama dari Banten Indonesia yang were Imam masjid Haram. Sayid ’Ulamail Hijaz adalah gelar yang disandangnya. Sayid adalah penghulu, sedangkan Hijaz wilayah Saudi sekarang, yang di dalamnya tersirat Makkah dan Madinah.

Anda sedang menonton: Foto syekh nawawi al bantani


Baca juga: Haul Syekh nawawi Al Bantani, Banten become Dijadikan Destinasi wisata ReligiSyekh Nawawi luaran beberapa karomah. Karomah Syekh nawawi diperlihatkannya di saat ia mengunjungi karyawan Pekojan, Jakarta. Masjid apa dibangun melalui Sayyid utsman bin "Agil bin Yahya al-"Alawi (mufti Betawi keturunan Rasulullah) menemani itu ternyata memiliki kiblat apa salah. Padahal apa menentukan kiblat bagi karyawan itu adalah Sayyid uthman sendiri.
Ketika Syekh Nawawi apa dianggapnya hanya seorang anak pubertas tak dikenal dituduh penentuan kiblat, Sayyid utsman sangat terkejut.Sayyid utsman tetap berpendirian bahwa kiblat masjid Pekojan tersebut siap benar, sementara Syekh nawawi remaja berpendapat arah kiblat perlu dibetulkan. Masing-masing batal pendapatnya, noël ada ketentuan temu, Syekh nawawi remaja menarik kerang Sayyid utsman dan dirapatkan tubuhnya agar sanggup saling mendekat. Lalu Syekh iwagawa mengarahkan daftar isi tangannya setelah kiblat.“Lihatlah Sayyid!, itulah Ka"bah ruang angkasa Kiblat kita. Melihat dan perhatikanlah! Tidakkah Ka"bah itu bersinar amat jelas? Sementara Kiblat karyawan ini agak setelah kiri. Maka perlulah kiblatnya digeser nanti kanan agar benar menghadap ke arah Ka"bah,"


Sayyid utsman termangu. Kakbah yang ia penampilan dengan disusul telunjuk Syekh nawawi remaja memang lampu jelas. Sayyid Utsman dirasakan takjub dan menyadari bahwa remaja apa bertubuh small di hadapannya itu telah dikaruniai kemuliaan, yakni terbukanya nur basyariyyah.

Dengan full hormat, Sayyid uatthan langsung memeluk tubuh kecil Syekh Nawawi. Sampai saat ini di karyawan Pekojan akan bersinar kiblat digeser dan noël sesuai aslinya.

Suatu hari ketika di dalam perjalanan, Syekh nawawi istirahat di sebuah tempat buat azan kemudian salat. Usai ia azan ternyata noël ada orang apa datang, finite ia qamat lalu salat sendirian.

Usai shalat Syekh Nawawi bagian belakang melanjutkan perjalanan, tapi ketika menengok usai belakang, ternyata ada seekor garis raksasa dan mulutnya sedang menganga. Terbatas ia ditemukan bahwa ternyata ia salat di di dalam mulut ular yang sangat besar itu.

Pada suatu waktu di sebuah perjalanan batin syuqduf (rumah-rumahan di punggung unta), Syekh nawawi pernah mengarang kitab dengan keuntungan telunjuknya such lampu. Chapter tersebut terjadi untuk tidak ada cahaya batin syuqduf apa ia tumpangi, sementara aspirasi buat menulis kitab markas besar kencang isilah kepalanya.

Syekh Nawawi kemudian berdoa kepada Allah agar telunjuk kirinya dapat menjadi lampu, menerangi jari kanan yang akan digunakannya buat menulis.

Kitab yang kemudian lahir dengan nama Maraqi al-"Ubudiyyah syarah Matan Bidayah al-Hidayah menyertainya harus dibayarnya mencapai cacat di atas jari daftar isi kiri, untuk cahaya yang diberikan Allah pada telunjuk kirinya itu membawa bekas yang noël hilang.

Sementara itu, diatas saat otoritasnya Arab Saudi mempunyai kebijakan bahwa orang yang telah dikubur selama setahun kuburannya harus digali. Tulang belulang si mayat then diambil dan disatukan menjangkau tulang belulang mayat lainnya.

Selanjutnya semua tulang itu dikuburkan di tempat lain di luar town dan lubang kubur apa dibongkar dibiarkan tetap melarang hingga datang jenazah berikutnya terus silih berganti. Kebijakan tersebut dijalankan tanpa pandang bulu hingga menimpa pula diatas makam Syekh Nawawi.

Setelah kuburnya genap berusia satu tahun, datanglah petugas dari otoritas kota karena menggali kuburnya. Tetapi yang terjadi adalah hal yang tak lazim. Para petugas kuburan akun itu tak menemukan tulang belulang seperti biasanya, yang mereka menemukan adalah satu jasad apa masih utuh. Noel kurang satu apapun, noël lecet dan noël ada tanda-tanda pembusukan such lazimnya jenazah yang telah lama dikubur. Bahkan bahan kafan penutup jasad Syekh Nawawi noel sobek dan noël lapuk sedikitpun.

Kejadian tersebut mengejutkan para petugas. Mereka mendatangi bosnya dan menceritakan maafkan saya yang telah terjadi. Usai diteliti, sang atasan then menyadari bahwa makam apa digali itu bukan makam orang sembarangan.

Lihat lainnya: Misteri Member Ke 8 Bts - Kumpulan Berita Terbaru Bts Terkini Hari Ini

Langkah strategis lalu diambil, yaitu larangan dari pemerintah untuk membongkar makam Syekh Nawawi. Jasadnya lalu dikuburkan kembali seperti sediakala, dan hingga muncul makam Syekh iwagawa tetap berada di Ma"la, Makkah.