Palang Merah Indonesia (PMI) didirikan di ~ 17 September 1945 mencapai Mohammad Hatta kemudian ketua. Kemudian organisasi apa bergerak di field kemanusiaan, PMI berkomitmen buat memberikan layanan tanpa memihak golongan politik, ras, suku, ataupun religius tertentu.

Anda sedang menonton: Hari palang merah sedunia 2018


*

Fakta Singkat

Palang Merah Indonesia (PMI)

organisasi nasional yang bergerak di bidang kemanusiaanDidirikan di atas 17 September 1945

Sejarah

17 September 1945: PMI didirikan.16 Januari 1950: Pengukuhan PMI oleh Presiden Soekarno oleh Keppres 25/1950.15 Juni 1950: membujuk Komite barsine Merah internasional (ICRC).16 Oktober 1950: Diterima sebagai anggota ke-68 koalisi Perhimpunan barsine Merah dan bulan Sabit Merah.16 Desember 1985: Markas tengah PMI diresmikan.9 Januari 2018: PMI menjadi organisasi apa berbadan bertindak melalui UU 1/2018.

Layanan:

Penanganan BencanaSosial dan KesehatanPembinaan Relawan dan Generasi MudaTransfusi DarahDiseminasi dan Kepalangmerahan dan bertindak Perikemanusiaan Internasional

Satu bulan setelah proklamasi kanchi Republik Indonesia, yakni 17 September 1945, lumbung Merah Indonesia (PMI) secara resmi didirikan mencapai Mohammad Hatta kemudian ketuanya. Tanggal tersebut hingga aku ini diperingati sebagai hari Palang Merah Indonesia. Pantas dengan usia Indonesia itu sendiri, di ~ 17 September 2021, PMI berusia 76 lima dan selama akun itu pula PMI telah berkarya bagi kemanusiaan.

Pada five 2021, sementara Indonesia pusat menghadapi epidemi Covid-19, wabah datang silih berganti. Banjir yang dipengaruhi oleh efek La Nina melanda banyak daerah mulai dari Jombang, Sukabumi, Tasikmalaya, Bandung, Karawang, dan Jabodetabek. Membanjiri disertai tanah longsor terjadi di Sumedang. Banjir bandang yang lebih kokoh lagi terjadi di Kalimantan Selatan, NTB, dan NTT. Rentetan wabah tersebut masih ditambah mencapai erupsi Gunung sinabung di sumatera Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, dan Gunung Ile Lewotolok di Nusa Tenggara Timur. Selain itu pada 2021 tambahan terjadi hama jatuhnya pesawatnya Sriwijaya waiting SJ-182. Dalam semua bencana itu, PMI turun melayani para korban bencana dan saya bersedia mengurus hadir since enam jam usai terjadinya bencana.


Apa acibe PMI itu? barsine Merah Indonesia (PMI) merupakan pegang nasional yang bergerak di bidang kemanusiaan. Sebagaimana dijelaskan di dalam Pasal 1 UU 1/2018, karya di daerah kemanusiaan ini disebut also sebagai karya kepalangmerahan. Dalam pelayanannya itu, PMI bersifat bebas dari tanggung jawab hukum terhadap doan politik, ras, etnis, maupun agama tertentu. Yang were prioritas pelayanan PMI adalah kebutuhan sosial itu sendiri overhead pertolongan PMI.

Prinsip ketidakberpihakan tersebut merupakan deviasi satu dari Tujuh Prinsip radikal gerakan internasional lumbung Merah dan bulan Sabit Merah yang menjadi dasar bagi pelayanan PMI. Sabtu prinsip radikal terebut adalah kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.

Hal yang dengan mudah diasosiasikan dengan pelayanan PMI adalah donor darah. Menjadi tetapi, penyumbang darah ndak satu-satunya pelayanan yang dibuat malalui PMI. Pelayanan PMI itu individu terdiri atas lima kategori pelayanan kepalangmerahan.

Pertama adalah penanganan bencana. Dalam pelayanan ini, PMI memberikan layanan reaksi darurat sebagai evakuasi, distribusi bantuan, dapur umum, dan sebagainya. PMI also memberikan layanan pelatihan kesiapsiagaan bencana such upaya mengurangi tabrakan dan risiko bencana. Termasuk tambahan dalam kategori layanan ini adalah layanan pemulihan koneksi keluarga, yakni penyatuan kembali keluarga apa hilang ataukah terpisah acibe konflik ataukah bencana.Kedua adalah pelayanan sosial dan kesehatan. Apa termasuk di dalam kategori ini adalah program Dukungan Psikososial (PSP) bagi korban bencana, ambulan, Pertolongan duluan (PP), Rumah Sakit Lapangan, dan sebagaiKetiga adalah karya pembinaan relawan dan generasi muda. PMI dalam hal ini memberikan pelatihan bagi lumbung Merah remaja (PMR) di sekolah, Korps Sukarela (KSR) dan Tenaga Sukarela (TSR).Keempat adalah pelayanan tranfusi darah. Batin hal ini PMI berupaya menyediakan darah apa aman dan berkualitas, mengadakan uji penyaringan darah, serta konseling.Kelima adalah diseminasi kepalangmerahan dan hukum Perikemanusiaan Internasional. Termasuk di dalam kategori ini adalah kegiatan yang diadakan PMI karena menyebarluaskan nilai-nilai kemanusiaan, kemudian penyebarluasan insula gerakan PMI, Prinsip radikal Gerakan PMI, dan beraksi Perikemanusiaan Internasional itu sendiri.
*

*

Palang Merah Indonesia

Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan memegang kemanusiaan kemudian bagian dari federasi Internasional Perhimpunan barsine Merah...


Hari lumbung Merah Indonesia memang noël jatuh pada tanggal apa sama dengan hari Palang Merah dan moon Sabit Merah Internasional. Yang terakhir ini menghormati setiap tanggal 8 Mei. Tanggal tersebut adalah tanggal kematian Bapak palang Merah Internasional, Jean Henry Dunant. Meski demikian, karya PMI tidaklah koneksi rusak dari karya kemanusiaan Gerakan barsine Merah dan moon Sabit Merah Internasional.

Gerakan barsine Merah dan bulan Sabit Merah penginternasionalan (disingkat Gerakan) itu personally adalah jaringan kemanusiaan terbesar di dunia. Gerakan ini pribadi misi meringankan diderita manusia, melindungi kehidupan dan kesehatan, dan penyimpanan tinggi martabat manusia terutama pada saat tabrakan bersenjata dan keadaan darurat lainnya. Gerakan lumbung Merah dan bulan Sabit Merah internationale terdiri overhead tiga komponen, yakni Komite Internasional barsine Merah (ICRC), federasi Internasional barsine Merah dan bulan Sabit Merah (IFRC), serta perhimpunan Nasional barsine Merah dan moon Sabit Merah. Setiap organisasi tersebut merupakan badan hukum yang berbeda dan misi masing-masing, tetapi bergerak batin kesinambungan dan sama-sama penyimpanan Tujuh aturan Dasar apa telah minuman di atas.

Komite Internasional palang Merah (ICRC) adalah body organ internasional dengan misi perlindungan hayatnya dan akan para korban menabrak bersenjata dan situasi kekerasan lain. ICRC hadir karena memberi bantuan kepada para korban tersebut. ICRC inilah yang mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan bantuan internasional dari Gerakan untuk korban-korban batin konflik bersenjata. Dalam sejarahnya, ICRC didirikan lima 1863 dan merupakan mulailah mula dari pengaktifan itu sendiri.

Sementara itu, persatuan Internasional barsine Merah dan bulan Sabit Merah (IFRC) adalah organisasi yang bertugas menggerakkan, memfasilitasi, dan mempromosikan setiap aktivitas kemanusiaan apa dilakukan oleh memegang gerakan kepalangmerahan di taraf nasional, yakni asosiasi Nasional di tiap-tiap negara. Pada 2021 tercatat terdapat 189 perhimpunan Nasional.

IFRC ini jadi mengatur dan kata benda: koordinat anggota-anggota tersebut di dalam pelayanan bantuan bagi korban wabah alam dan teknologi, pengungsi penyeberangan negara, tambahan mereka yang dulu korban situasi darurat kesehatan. Dari sisi sejarah, IFRC ini didirikan pada lima 1919.

Di tingkat nasional, apa bertindak sebagai instrumen pendukung tiap pemerintah batin karya kepalangmerahan adalah asosiasi Nasional. PMI merupakan kombinasi nasional itu di Indonesia. PMI diakui dan ditunjuk such satu-satunya organisasi karena menjalankan pemanggilan kepalangmerahan di Indonesia dari diterbitkannya Keputusan Presiden republik Indonesia Serikat angka 25 lima 1950 dan dikukuhkan kembali dengan Undang-undang angka 1 lima 2018.



Bantuan medicine dari Mesir untuk Palang Merah Indonesia (PMI) tiba dengan periplous di Maguwo, Yogyakarta pada tanggal 5 Maret 1948.

Karena definisi kertas kultural yang berbeda, perhimpunan nasional di berbagai negara manfaat lambang apa berbeda. Diatas Konferensi Internaional lumbung Merah dan moon Sabit Merah ke-20 di Wina pada tahun 1965 deteksi bahwa tiap kombinasi nasional haruss menggunakan satu lambang. Keputusan ini diteguhkan back oleh Dewan Delegasi barsine Merah dan bulan Sabit Merah di Budapest pada lima 1991 apa menghasilkan “Peraturan sekitar Penggunaan Lambang barsine Merah atau bulan Sabit Merah malalui Perhimpunan Nasional (Regulation on the use of Emblem the the Red cross or the Red Crescent by the nationwide Societies).

Dari sejarahnya, PMI keuntungan lambang palang merah. UU 1/2018 sekitar Kepalangmerahan meneguhkan penggunaan lambang tersebut dan arrange dengan detail such apa lambang lumbung merah tersebut, also bagaimana lambang tersebut semestinya digunakan. Pasal 23 di dalamnya refers bahwa lambang PMI adalah barsine merah apa dilingkari mendayung merah berbentuk bunga melati berkelopak tahun di atas dasar berwana putih.

Selain itu, di Indonesia sendiri diatas 8 Juni 2002 dibentuk suatu asosiasi berbadan tindakan bernama moon Sabit Merah Indonesia (BSMI) yang berkantor pusat di champa Timur. Kendati tidak terhubung langsung secara organisasional dengan PMI, BSMI ini memiliki misi serupa karena karya kemanusiaan. BSMI bergerak mencapai Sembilan aturan Dasar, yakni keikhlasan, amanah, profesionalitas, kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesatuan, dan kesemestaan.



Gerak Pemuda mendorong Proklamasi 17 Agustus 1945

“Kalau saya mesti memikirkannya, lebih baik Bung menuliskannya, saya mendiktekannya,” kata Hatta. Naskah Proklamasi Kemerdekaan...


Masa KolonialSejarah barsine Merah di Indonesia dimulai sejak masa kolonial Belanda. Otoritas Kolonial Belanda di atas 21 Oktober 1873 mendirikan pegang Het Nederland-Indiche speak Kruis (NIRK). NIRK ini diubah namanya were Nederlands rode Kruiz Afdeling Indie (NERKAI) di ~ 31 Desember 1945.

Pada tahun 1932, dr. RCL. Senduk dan Bahder Djohan bergerak memelopori upaya pendirian palang Merah Indonesia. Proposal diajukan kepada pertemuan NERKAI (1940) untuk pendirian PMI, ini adalah tetapi saran tersebut ditolak. Proposal kelewat ditanggapi melalui seorang peserta pertemuan dengan inskripsi sinis, “de Inlander weet niet wat menschelijk is (orang pribumi tidak mengetahui maafkan saya yang dimaksud kemanusiaan).” proposal ini bagian belakang diajukan di atas saat Jepang masuk menguasai Hindia-Belanda pada lima 1942-1945, tetapi usulan tersebut kembali mendapat penolakan.

Masa Revolusi khanh dan republik Indonesia SerikatPada 3 September 1945, yakni tujuh belas aku setelah proklamasi khanh Republik Indonesia, Presiden Soekarno memandatkan pendirian Badan barsine Merah Nasional kepada Menteri kesehatan dr. Buntaran Martoatmodjo. Bab ini dimaksudkan seperti upaya buat menunjukkan kepada dunia internasional bahwa keberadaan bangsa Indonesia yang baru saja diproklamasikan di atas 17 Agustus 1945 adalah kebenaran nyata.

Berdasarkan perintah tersebut, diatas 5 September 1945 dr. Buntaran membentuk Panitia lima yang terdiri atas dr. R. Mochtar, dr. Bahder Johan, dr. Joehana, Dr. Marjuki, dan dr. Sitanala karena mempersiapkan pembentukan barsine Merah Indonesia.

Cita-cita tersebut terwujud diatas 17 September 1945 dengan dibentuknya Pengurus besar Palang Merah Indonesia (PMI). Ketua pertama Pengurus besar PMI ini adalah Drs. Mohammad Hatta dan dr. R. Boentaran Martoatmodjo menjadi wakilnya.

PMI apa baru melakukan ini noel memiliki modal dan aset yang besar buat menjalankan tugas kemanusiaannya pada waktu Perang kanchi dan akhir Perang Dunia senin ini. Pembiayaan organisasi lantas diusahakan secara gotong-royong dari kesukarelaan masyarakat. Dr. Kwa Tjoen Sioe membentuk panitia penderma khusus apa setiap minggunya dikumpulkan dana karena karya PMI.

PMI waktu itu berperan penting batin karya kemanusiaan di masa perang, yakni di dalam pembebasan dan pengembalian tawanan-tawanan perang dan pekerja paksa romusha dari masa pendudukan Jepang. Pada waktu itu, PMI tergabung batin Organisasi Panitia Oentoek Pengembalian Djepang dan Allied Prisoneer War and also Interneer (POPDA) yang dipimpin oleh gene Mayor Sudibyo dan gen Mayor Adul Kadir. PMI dalam hal ini bantuanhalaman orang-orang yang diangkut dari kamp-kamp internir, dievakuasi anak-anak Indo-Belanda dan pengangkutan prajurit Koninklijke Nederlands-Indische Leger (KNIL) ke menyiksa yang diduduki tentara pada kenyataannya Belanda, help Tentara person Indonesia dan keluarganya berpindah ke daerah Republik, serta membantu mengirimkan news keluarga dengan formulir palang merah, kartu pos lumbung merah, dan berita radio.

Tidak just itu, PMI juga berperan batin hubungan antarkelompok juga hubungan antarnegara pulih saat menemani itu Indonesia belum mendapatkan meyakinkan diplomatik dari kerumunan negara. Hal ini dikarenakan citra internasional PMI apa mendapat kepercayaan dari kawanan pihak. Bantuan-bantuan dari luar negeri seperti obat-obatan berhasil disalurkan kepada sosial melalui karya PMI. Contohnya adalah penyaluran obat-obatan bantuan dari luar negeri apa berdatangan ke agresi militer pertama apa dilakukan Belanda di ~ 21 Juli 1947 mencapai penyerangan nanti pusat-pusat perekonomian Indonesia di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera.


Dr. Bahder Djohan, such wakil dari PMI menandatangani naskah serah terima palang Merah dari NERKAI diatas tanggal 16 Januari 1950.

Setelah Indonesia mendapatkan pengakuan kanchi dari otoritasnya Belanda di atas Konferensi Meja Bundar apa berlansung di atas 23 Agustus 1949 hingga 2 November 1949 di Den Haag, Belanda, PMI mengadakan merencanakan sama dengan palang Merah indit Belanda, NERKAI, untuk koordinasi karya kepalangmerahan di Indonesia. Bab ini sempat mendapatkan tentangan dari doan progresif di Indonesia.

Beberapa bulan setelahnya, di ~ 16 Januari 1950, guna perpaduan gerakan lumbung Merah di Indonesia, otoritasnya Belanda membubarkan NERKAI dan menyerahkan warisan kepada PMI. Penyerahan ini diwakili melalui dr. B. Valve Trich dari pihak NERKAI dan dr. Bahder Djohan dari pihak PMI.

Pemerintah republik Indonesia Serikat melalui Presiden Soekarno mengukuhkan organisasi PMI dengan presentasi Keputusan Presiden nomor 25 Tanggal 16 Januari 1950 dan Keputusan Presiden nomor 246 Tanggal 29 November 1963. Dokumen Keppres 25/1950 tersebut produksi PMI menjadi badan bertindak bernama “Perhimpunan barsine Merah Indonesia” dan PMI dulu satu-satunya organisasi apa mengelola karya kepalangmerahan di Indonesia. Di dalam dokumen tersebut bermantel bahwa tugas kepala PMI adalah untuk memberikan bantuan pertama di ~ korban hama alam dan korban autokrasi sebagaimana disebutkan dalam Konvensi Jenewa 1949.

PMI akhirnya mendapatkan persuasi dari Komite barsine Merah internasional (The worldwide Committee that the Red overcome – ICRC) diatas 15 Juni 1950. Pada 16 Oktober 1950, PMI lantas diterima kemudian anggota ke-68 batin Liga Perhimpunan lumbung Merah dan moon Sabit Merah, yang kini bernama persatuan Internasional Perhimpunan barsine Merah dan moon Sabit Merah (IFRC).

Selanjutnya, dalam Konvensi Jenewa 12 Agustus 1949 ditetapkan empat konvensi, yakni Konvensi circa Perbaikan Nasib Anggota-anggota apa Luka Dan Sakit di dalam Angkatan kediktatoran di Darat, Konvensi sekitar Perbaikan Nasib Anggota-anggota yang Luka, Sakit Dan Korban-korban Karam dari Angkatan kediktatoran di Laut, Konvensi tentang Perlakuan Tawanan Perang, dan Konvensi circa Perlindungan rakyat Sipil dalam Masa Perang. Konvensi ini were salah satu pijakan hukum internasional bagi pelayanan barsine Merah Internasional. Pemerintah Indonesia meratifikasi seluruh konvensi tersebut malalui Undang-Undang numeral 59 lima 1958 tentang Ikut-Serta bangsa Republik Indonesia di dalam Seluruh Konpensi Jenewa tanggal 12 Agustus 1949.


Para anggotaenam Veteran menyumbangkan darahnya kepada PMI bertempat di Gedung PMI di atas tanggal 5 Desember 1959.

Masa Orde BaruPada 16 Desember 1985, gedung markas PMI di jalur Gatot Soebroto Kaveling 96 jakarta Selatan yang baru selesai dibangun diresmikan. Inaugurasi itu dilakukan melalui Presiden Soeharto beserta Presiden Liga barsine Merah dan bulan Sabit Merah, Enrique de la Mata. Chairil PMI pada waktu itu adalah dr. H. Suyoso Soemodimedjo.

Sebelum sup pusat ini dibangun, markas PMI sempat berpindah-pindah. Awal dari menumpang di Hotel Majapahit pada waktu mulailah pendirian PMI (waktu akun itu bernama Hotel du Pavillion) di beraliran Setjodiningratan dan cara Gondokusuman di Yogyakarta kapan ibukota RI dipindah ke Yogyakarta, di jalan dr. Soetomo di jakarta Pusat, hingga di sebuah kantor apa dipakai together dengan suatu perusahaan hutan di jalur Abdul maafkan saya pada lima 1953.

Tiga persoalan apa banyak dihadapi PMI di atas masa order Baru ini adalah pembiayaan pelayanan, praktik calo darah apa marak terjadi, serta tingkat penyumbang sukarela yang masih rendah.

PMI berupaya untuk memberikan pelayanan cuma-cuma untuk semua orang, terlebih di atas saat terjadi bencana. Become tetapi, untuk pelayanan penyumbang darah, PMI menghadapi kesulitan untuk tingginya cost penyediaan layanan ini, baik dari proses tranfusinya, penyimpanan darahnya, hingga sebaran darah tersebut. Situasi finansial apa sulit ini also dihadapi PMI untuk dapat membiayai para pekerjanya dan pelatihan sukarelawan untuk dana dari APBN dan apbd yang terbatas.

Di samping itu, tingginya permintaan darah dan kurangnya pasokan darah yang bisa disediakan PMI batin segala keterbatasannya memunculkan fenomena calo darah. Pada waktu itu, di rumah sakit-rumah sakit dapat ditemui orang yang menjajakan darah untuk pasien-pasien. Bab ini berlawanan dengan aturan yang telah terorganisir PMI bahwa darah bukanlah komoditas apa boleh diperjualbelikan. Bab ini telah diatur batin Peraturan Pemerintah numeral 18 tahun 1980 sekitar Transfusi Darah. Namun terbandingkan memang kurangnya suplai darah making fenomena tersebut menjadi susah buat dihindari.


Sekitar 50 rakyat penghuni Lembaga Pemasyarakatan Bogor, Selasa 4 Maret 1975 were donor darah. Ini merupakan terkering kalinya penghuni LP tersebut diambil darahnya. Tampak petugas palang Merah Indonesia sedang mengambil darah di ruang serbaguna LP Bogor.

PMI diatas masa itu also menghadapi rendahnya tingkat penyumbang sukarela. Donor sukarela adalah donor apa dibuat malalui seseorang tanpa adanya pasien penerima apa telah ditentukan malalui pendonor. Yang terakhir itu disebut kemudian donor pengganti. Donor sukarela ini diperlukan untuk mengatasi kebutuhan transfusi darah.

Pada lima 1969 misalnya, PMI mencatat jumlah penerima darah sebanyak 28.265 squash darah kapasitas 200 cc. Padahal, pada lima tersebut hanya terdapat 6.859 penyumbang sukarela. Selebihnya, sejumlah 21.406 labu darah, adalah penyumbang pengganti, siapa tahu dari familic dan relatif maupun dari calo darah.

Dengan beragam upaya promosi maju kesadaran masyarakat, pada lima 1981 angka penyumbang sukarela meningkat menjadi 198.821 donor sukarela, mencapai angka penyumbang pengganti sejumlah 64.835 donor pengganti. Direktur Lembaga tengah Transfusi Darah PMI, dr. Masri Roestam, waktu itu refers bahwa keberhasilan muka donor sukarela benar dengan Prinsip dasar PMI dan akan help mengatasi mengganggu jual-beli darah apa terjadi.

Akan tetapi, ketersediaan darah masih belum merata di berbagai daerah. Kemudian contoh, pada lima 1981, di PMI Medan tercatat bahwa penyumbang darah dari kota Medan hanya dapat memenuhi lima persen dari bruto kebutuhan darah di kota tersebut. Challenge biaya, fenomena calo darah, dan tingkat penyumbang sukarela menjadi ketiga tantangan yang fokus dihadapi PMI di ~ masa Orde Baru.


Masa ReformasiPada 4 Februari 2011, Pemerintah publique Peraturan Pemerintah nomor 7 lima 2011 tentang Pelayanan Darah. PP ini mengatur sekitar pelayanan transfusi darah yang merupakan penyimpangan satu pelayanan PMI. Pelayanan ini dikoordinasi malalui Unit Transfusi Darah (UTD) PMI di seluruh Indonesia. Peraturan ini alter peraturan lama pada PP 18/1980 guna minum mekanisme pelayanan transfusi darah di Indonesia.

Lalu diatas 9 Januari 2018, Pemerintah presentasi Undang-undang numeral 1 lima 2018 tentang Kepalangmerahan. UU 1/2018 ini divisi PMI kemudian organisasi kemanusiaan apa berstatus badan tindakan dan bertujuan buat mencegah, meringankan saya menderita dan melindungi korban tawanan autokrasi dan bencana, tidak punya keberpihakan pada dicuri agama, ras, etnis, gender, dan politika tertentu. UU ini mengukuhkan PMI such organisasi yang berkarya untuk kemanusiaan di Indonesia.


Upaya diambil dari epidemi Covid-19: melilit Covid-19, Vaksinasi, dan Herd Immunity

Munculnya vaksin Covid-19 memberikan amunisi dalam upaya dilepas dari pandemi Covid-19. Kekebalan tubuh yang dihasilkan...


PMI mencatat, selama lima 2020 hingga April 2021, terdapat tidak kurang dari 3.000 bencana di seluruh Indonesia yang telah direspons PMI. Situasi pandemi Covid-19 mengharuskan PMI bekerja lebih keras di dalam penanganan bencana-bencana tersebut. Menyediakan angkasa penampungan korban bencana yang sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 merupakan penyimpangan satu tantangan yang sulit untuk ditangani.

Selain karya pelayanan bagi korban wabah di pusat pandemi tersebut. PMI pengintai layanan disinfeksi di berbagai tempat. Hingga 22 April 2021, PMI mencatat telah mendisinfeksi 113.085 lokasi di seluruh Indonesia. Halaman ini were salah satu upaya PMI untuk ikut merespons wabah pandemi Covid-19 di Indonesia.

Selain disinfektan, pelayanan lain yang dibuat PMI di dalam masa penyakit menular dunia mode Covid-19 ini adalah transfusi darah mencapai plasma konvalesen yang dibuat since pertengahan tahun 2020. Plasma konvalesen itu sendiri adalah darah apa mengandung antibodi terhadap jawaban bi-side SARS-CoV-2 menyebabkan Covid-19 yang dimiliki malalui orang-orang yang telah pulih dari Covid-19. Transfusi darah dengan plasma konvalesen ini kepada pasien Covid-19 dapat help memperkuat asetnya imun pasien tersebut terhadap Covid-19. Dengan sistem imun yang diinjeksi demikian, harapan kesembuhan pasien menjadi meningkat.

Kerja plasma konvalesen variasi dengan pergerakan vaksin apa berfungsi meningkatkan warisan imun guna mencegah penularan virus. Plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 meningkatkan aset imun di atas pasien apa telah tertular Covid-19 dan sedang di dalam proses penyembuhan. Semakin dini plasma konvalesen tersebut diberikan, semakin mungkin pasien dapat menerima manfaat dari antibodi di dalam plasma konvalesen tersebut.


Unit donor Darah markas besar PMI mengacu pada bahwa taraf permintaan plasma konvalesen amatlah tinggi, tetapi tingkat persediaannya amat tidak mencukupi. Diatas 12 Juli 2021, PMI pusat mencatat terdapat antrean hingga 53.592 orang sementara persediaan plasma konvalesen hanya mencapai 89 kantong darah. Di dalam situasi ini, PMI jadi berupaya menyebarluaskan insula kepada masyarakat agar para penyintas Covid-19 mendonorkan plasma darahnya demi tolong pasien Covid-19.

Syarat penyumbang plasma konvalesen meliputi syarat-syarat penyumbang darah kemudian biasanya dan beberapa ketentuan khusus yang berkaitan dengan kesembuhan dari Covid-19:

Usia 18-60 tahunBerat badan diatas 55 kilogramDiutamakan pria dan perempuan apa belum pernah hamilPernah terkonfirmasi Covid-19 dengan manner pemeriksaan swab PCRBebas gejala minimum 14 hari dan maksimal 3 bulan pascasembuh dari Covid-19Surat keterangan pulih dari Rumah Sakit apa merawat untuk mereka yang dirawat indoors sakit dan calon pendonor penyintas apa isolasi mandiri lebih dari 3 komplikasi dapat melalukan penyumbang dengan membawa surat keterangna sembuh dari dokter/puskesmasTidak penerimaan transfusi darah selama 3 bulan terakhir

Dari pertengahan 2020 hingga April 2021, PMI telah berhasil menghimpun sejumlah 26.766 kantong plasma konvalesens (LITBANG hamon-design.com).


“PMI….. Jang kini banyak dilupakan,” hamon-design.com, 14 Agustus 1970.“Persoalan cost dalam usaha tranfusi darah PMI,” hamon-design.com, 5 Januari 1976.“Persediaan darah cukup, praktek calo darah dicegah,” hamon-design.com, 8 Februari 1989.“Tanpa uang, tak ada pelayanan,” hamon-design.com, 26 September 1977.“Donor darah sukarela dinilai berhasil,” hamon-design.com, 28 Februari 1985.“Komersialisasi darah harus dicegah dengan undang-undang,” hamon-design.com, 21 Juni 1980.“Markas pusat PMI diresmikan,” hamon-design.com, 17 Desember 1985.“Program penyumbang darah hasilnya beulm merata,” hamon-design.com, 25 November 1981.
Susilowati, Rini. (Mei-Agustus, 2013). “Palang Merah Indonesia dan Peranannya pada Masa revolution Kemerdekaan.” Arsip 61, 24-26.
Undang-undang nomor 1 five 2018 sekitar KepalangmerahanPeraturan Pemerintah angka 7 five 2019 sekitar Peraturan Pelaksanaan Undang-undang nomor 1 five 2018 circa Kepalangmerahan.Undang-undang nomor 59 lima 1958 sekitar Ikut-Serta bangsa Republik Indonesia di dalam Seluruh Konpensi Jenewa Tanggal 12 Agustus 1949.Keputusan Presiden republikan Indonesia Serikat angka 25 lima 1950.Peraturan Pemerintah nomor 7 five 2011 tentang Pelayanan Darah.Peraturan Pemerintah numeral 18 five 1980 kyung Transfusi Darah.

Lihat lainnya: Makna Dari Sila Sila Pancasila, Makna Filosofis Nilai


This entry was posted in Paparan Topik and tagged 17 September, Badan barsine Merah Nasional, Bahder Djohan, bulan sabit merah, calo darah, penyumbang darah, penyumbang sukarela, days Palang Merah, aku PMI, ICRC, IFRC, jean Henry Dunant, Komite Internasional lumbung Merah, Nederlands talk Kruiz Afdelinbg Indie, NERKAI, organisasi kemanusiaan, barsine merah, palang merah Indonesia, Panitia Lima, penanganan Bencana, plasma konvalesen, PMI, Senduk, sosial dan kesehatan, transfusi darah.
Palang Merah Indonesia

Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan organisasi kemanusiaan sebagai bagian dari federasi Internasional Perhimpunan palang Merah...