*
Ilustrasi/Google

Siyasah maliyah merupakan kajian dan pembahasan yang kaitannya menjangkau kemaslahatan di dalam masalah kepengurusan harta. Setidaknya ada tiga faktor apa erat kaitannya dalam hal ini: antara rakyat, harta, dan kekuasaan (penyelenggara pemerintahan).

Anda sedang menonton: Hukum mematikan rezeki orang lain

Secara etimologi maliyah berasal dari kata maala – yamiilu – mailun (cenderung, condong). Dimaknai demikian karena salah satu sifat harta ialah dapat memberikan kecenderungan, dan kecondongan seseorang untuk menguasai, memiliki, dan mencintainya. Secara terminologi siyasah maliyah ialah peraturan-peraturan apa mengatur pemasukan, pengelolaan, dan pengeluaran harta milik negara.

Dasar hukum Siyasah Maliyah


Adapun radikal hukum yang melandasi siyasah maliyah ialah firman Allah, “Apa saja harta rampasan (fai) yang diberikan Allah kepada Rasul- berutang (dari harta benda) apa berasal dari warga kota-kota Maka adalah untuk Allah, karena rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang lengan dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar middle orang-orang kaya saja tengah kamu, maafkan saya yang thalamus Rasul kepadamu, terimalah. Dan what yang dilarangnya pagimu, tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sebenarnya Allah amat keras hukumannya.” (QS Al-Hasyr: 7)

Ayat pada jelas suatu perintah di dalam mengelola dan mendistribusikan harta apa diperoleh dan dulu pembendaharaan bangsa secara benar. Pengelolaan dan pendistribusian harta negara dengan tepat dapat memberikan kesejahteraan dan menghilangkan kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin.

Ruang Lingkup Kajian Siyasah Maliyah

Sedangkan ruang lingkup dan objek yang dulu bahasan dalam siyasah maliyah ialah hal-hal yang berkaitan mencapai harta kekayaan negara sebagaimana berikut.

Prinsip mengenai Harta

Harta merupakan sarana buat memenuhi kebutuhan manusia batin kehidupan di dunia. Harta merupakan penyimpangan satu sarana di dalam mencapai kebahagiaan hidup. Islam telah menggarisbawahi bahwa harta apa diperoleh harus dapat dulu perantara kesuksesan world dan akhirat. Dengan demikian, setiap usaha dan hasilnya harus berorientasi untuk mencapai ridha Allah.

Harta mempunyai prinsip-prinsip yang noel boleh diabaikan oleh apa mencari dan pribadi harta. Prinsip-prinsip tersebut antara lain.

Pertama, harta yang didapatkan malalui usaha manusia pada hakikatnya ialah rezeki yang diberikan Allah kepada manusia, untuk itu harta tersebut mutlak milik Allah.

Kedua, manusia memiliki kesempatan apa sama di dalam memperoleh harta mencapai usahanya.

Ketiga, Harta yang didapatkan manusia merupakan harta apa dapat dimanfaatkan kepada kemaslahatan dunia dan akhirat. Mencapai demikian, setiap harta yang dimiliki hendaklah dikelola dan dapat didistribusikan bagi mereka yang membutuhkan. Sehingga, noël dapat dibenarkan sumbat harta dan membelanjakannya di jalan yang batil.

Keempat, Harta merupakan sasaran dari sebuah usaha apa dilakukakan, menjangkau kata lain bahwa harta noël akan diperoleh dengan cuma-cuma namun harus malalui usaha dan perjuangan yang keras. Buat itu, Islam sangat menjungjung tinggi orang apa mempunyai etos action dan mendesak mencela orang apa malas dan noel mau bekerja batin mencari karunia Allah.

Harta, Negara, dan Tanggung Jawab Sosial

Dengan harta umat ​​manusia dapat menebang dan menguat dirinya. Batin sebuah negara, harta dipandang such sarana karena mengembangkan dan mensejahterakan kehidupan person demi tercapainya tatanan bangsa apa adil, makmur dan sentosa. Dengan demikian bangsa mempunyai peran yang sangat sentral dalam mengelola dan mendistribusikan harta yang dimilikinya, Islam telah tugas sebuah Negara buat mengelola dar1 mendistribusikan harta menjangkau semestinya sehingga akan tercapai kesejahteraan sosial apa merata. Bab ini tercermin di dalam aturan yang diterapkan terhadap harta rampasan perang. Harta tersebut selain Lintuk orang apa berperang, juga didistribusikan bagi mereka yang membutuhkan dan bagi kepentingan umum mencapai kadar dan ukuran yang telah ditentukan.

Negara mempunyai tanggung jawab apa besar batin mengelola dan mendistribusikan harta demi kepentingan umum, buat negara mempunyai kewajiban karena menjamin anak-anak yatim dan orang-orang miskin.

Jaminan sosial batin hal ini meluas sampai di ~ tataran pemberian modal dan bantuan bagi mereka apa mengalami kebangrutan. Bangsa berkewajiban help mereka apa mengalami kemunduran usaha sehingga dapat memulai dan melanjutkan kembali usahanya.

Harta, rakyat, dan pengelola yang dalam chapter ini ialah pemerintah yang memberikan kebijakan-kebijakan merupakan tiga elemen dasar dalam mengharmonisasikan kehidupan berbangsa dan bernegara, stabilitas nasional, dan menghindarkan kesenjangan-kesenjangan sosial.

Jaminan sosial yang ada adalah dapat diandalkan yang ayo pergi dari tanggung jawab sendiri sampai pada lingkup apa lebih luas, yaitu negara berlandaskan kepada prinsip-prinsip dasar judicial sosial. Adapun keadilan-keadilan sosial tersebut adalah:


(1) Adanya liberty rohani batin penyembahan kepada Allah SWT kemudian satwsatunya Tuhan apa patut disembah. Dia-lah apa memiliki kekuasaan, yang menghidupkan dan mematikan, serta hanya Dialah yang memberikan karunia dan rezeki kepada manusia.

(2) Adanya persamaan segenap manusia. Kesamaan human artinya bahwa manusia memiliki sama, serupa di batin penciptaan, kehidupan, dan kematiannya; Semua manusia merupakan suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, memiliki persamaan dan hanya dibedakan mencapai kadar ketakwaan di hadapan Allah.

(3) Adanya tanggung jawab sosial apa terdapat batin setiap individu yang then meluas menjadi tanggung jawab sosial. Tanggung jawab tersebut meliputi berbagai aspek, manusia seperti makhluk pemakmur bumi, manusia sebagai hamba Allah, dan manusia kemudian individu-individu yang menciptakan interaksi positif di dalam kehidupan yang maslahat.

Hak Milik

Islam telah divisi adanya daratkan milik perseorangan terhadap harta apa dihasilkan menjangkau cara-cara apa telah dipesan syariat dan tidak melanggar aturan hukum apa telah ditentukan. Daratkan milik di dalam lslam mendapatkan perlindungan mencapai ketentuan-ketentuan yang telah digariskan termasuk dalam pengelolaannya.

Penetapan dan adanya jaminan terhadap daratkan milik seseorang merupakan ketentuan yang berlaku mencapai berlandaskan kepada ayatayat Al-Qur‘an yang meliputi banyak hal. Seperti adanya ketentuan memberikan harta anak yatim ketika mereka telah dewasa, adanya restriksi dan hukuman bagi mereka apa mengambil hak orang lain mencapai jalan noël sah, dan adanya ketentuan bertindak warits. Namun, lslam dengan tegas memberikan batasan-batasan yang jelas terhadap hak milik seseorang. Chapter demikian batin rangka memberikan jalur bagi harta apa dimiliki dulu sarana batin memberikan kemaslahatan secara memiliki dan kepentingan umum. Adapun prinsip-prinsip tersebut antara lain:

(1) diatas hakikatnya, ke kanan milik apa berupa harta merupakan milik Allah.

(2) Harta properti yang were hak milik noël diperkenankan just dimiliki oleh segolongan kecil masyarakat.

(3) Selain harta yang menjadi milik perseorangan, ada tambahan harta atau benda yang dulu milik umum dan dipakai demi kepentingan umum sebagai jalan, sarana pendidikan, sarana kesehatan, secara spasial peribadatan, dan pasar.

Zakat

Zakat secara etimologi berarti pembersihan dan pertumbuhan. Secara terminologi adalah sebagian harta yang wajib penganugerahan kepada orang-orang tertentu dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Harta apa wajib menghadiahkan sebagiannya adalah harta yang sudah mencapai nisab (jumlah minimum mulai harta apa wajib dikeluarkan zakatnya). Dinamakan zakat buat harta apa dikeluarkan dapat membersihkan semua harta yang dizakati dan memelihara pertumbuhannya.

Tujuan keluar zakat, selain membersihkan harta also bertujuan karena dapat memberikan kesejahteraan sosial. Menjangkau berpijak pada tujuan tersebut, setiap individu apa memiliki harta apa telah mencapai ukuran karena berzakat maka berkewajiban untuk memberikannya kepada pihak wajib zakat.

Negara mempunyai tanggung jawab dan tanggung jawab di dalam mengelola dan mendistribusikan zakat dengan benar sasaran. Keberpihakan ini noël diserahkan saja kepada kesediaan manusia, tetapi harus dipikul tanggung jawab memungutnya dan mendistribusikannya malalui pemerintah.

Dalam sejarahnya, bangsa berwenang menghukum siapa saja yang noël membayar kewajibannya, baik berupa denda, dan dapat dinyatakan perang atau dibunuh such yang telah dilakukan diatas masa=masa awal pemerintahan sahabat selagi memerangi orang-orang apa enggan dibayar zakat. Zakat merupakan tanggung jawab hukum dan tanggungjawab sosial apa mesti dijalankan demi kemaslahatan umat.

Ada beberapa tipe zakat apa mesti ditunaikan oleh rakyat muslim, di antaranya:

(1) Zakat tujuan bumi (usyur), perniagaan, dan peternakan.

(2) Zakat emas, perak, dan zakat fitrah.

(3) Zakat harta terpendam dan harta karun, dan zakat pertambangan.

Al-Kharaj

Al-kharaj ialah pajak yang mesti dikeluarkan melalui orang-orang kafir yang berada di dalam lindungan negara dan pemerintahan Islam (kafir dzimmi). Pajak yang diberikan, were perbendaharaan negara yang diatur, dikelola, dan didistribusikan oleh negara melalui lembagalembaga yang telah official ditetapkan pemerintah.


Harta Peninggalan

Harta peninggalan yang noël mempunyai fasih warits dulu milik country dan masuk kas negara (baitul mal). Harta tersebut dilampiri dan menjadi perbendaharaan country yang kemudian digunakan buat kepentingan umum.

Jizyah

Jizyah ialah pajak yang dibebankan bangsa Islam kepada orangorang non-muslim. Perpajakannya ini sebagai lega Negara Islam batin memberikan maju kepada harta, kehormatan sendiri none muslim, dan liberty beragama. Orang-orang non-muslim wajib dibayar jizyah sedangkan pemerintahan muslim berkewajiban menjamin mereka batin segala hal. Adapun ukuran jizyah yang wajib telah terjadi diserahkan kepada kebijakan negara, dan jizyah ini hanya dikeluarkan sekali di dalam setahun.

Ghanimah

Ghanimah ialah harta yang diperoleh melalui perang. Ghanimah merupakan harta rampasan kediktatoran yang dulu milik bangsa dan distribusi kepada mereka yang ikut berperang dan 1/5-nya diinfakkan untuk kepentingan umum seperti karena memberikan gaji pegawai negeri, pembangunan jalan, gedungcgedung, jembatan, rumah sakit, sarana pelatihan dan sarana umum lainnya.

Fa’i

Fa’i ialah harta apa didapatkan dan dulu pembendaharaan negara melalui beraliran damai. Harta ini dimanfaatkan untuk kepentingan umum.

Bea Cukai

Bea cukai ialah pajak apa dikeluarkan overhead masuknya barang nanti suatu negara. Bea cukai start diperkenalkan diatas masa pemerintahan Umar bin Khathab apa menetapkan perpajakannya sebesar 10 % karena barangbarang yang masuk pada suatu bangsa dipungut melalui pemerintah setempat. Bea cukai ditetapkan di atas prinsip zakat secara umum (telah menjangkau nishab) yang kemudian pajak tersebut merupakan perimbangan dapat diandalkan perlindungan apa diberikan malalui pihak dan otoritasnya setempat.


Dengan demikian, perpajakannya bea cukai diterapkan terhadap barang eksport maupun import demi memberikan kemaslahatan kepada umat.

Harta Wakaf untuk Umat

Wakaf ialah harta ataukah benda apa diberikan kepada orang lain, lembaga, intitusi yang noël mengikat. Wakaf adalah perbuatan yang dapat aquael dengan sedekah biasa. Wakaf memiliki pahala yang lebih besar karena manfaat yang terus-menerus selama benda wakaf tersebut masih dapat dipergunakan. Wakaf yang diberikan kepada umum lebih bantuanhalaman dan dapat dimanfaatkan karena kepentingan rakyat banyak.

Lihat lainnya: Ost Alangkah Lucunya Negeri Ini ), How Funny (This Country Is)

Dari uraian di atas, wakaf dapat digolongkan kepada dua. Wakaf karena kepentingan segolongan orang dan wakaf untuk kepentingan umum. Wakaf yang diberikan untuk kepentingan umum merupakan wakaf yang dapat bangunan dan mensejahterakan rakyat.

Wakaf di ~ masa sekarang telah diatur dan dikelola oleh Negara. Hal ini dulu sesuatu yang penting dan requires pengelolaan yang profesional agar wakaf buat kepentingan umum dapat used dengan semestinya. (darulilmi)