Dulu, di masa peralihan dari SD ke SMP ada semacam kegiatan khas apa ‘wajib’ disusul oleh semua peserta didik. Jika dulu aktivitas tersebut panggilan ‘Penataran P4’, silam berganti dulu ‘Masa orientasi Siswa’ atau disingkat MOS. Seiring menjangkau bertambahnya tahun ajaran baru, aktivitas semacam akun itu pun sempat tetap nama, namun intinya memiliki tujuan yang sama: pengenalan sekolah, ajaran kesiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan segala hal yang berkaitan mencapai peraturan-peraturan sekolah.

Anda sedang menonton: Masa orientasi siswa paling gila

Bukan acara perpeloncoan, masa-masa pengenalan sekolah sejatinya mengajarkan para peserta didik buat tetap disiplin dalam berbagai hal. Penuh nostalgia, ingatkah kamu mencapai beberapa chapter unik mengenai masa-masa pengaturan saat peralihan dari SD persimpangan SMP dulu?


Pixabay.com/rMeghann

Biasanya ada banyak sekolah apa mewajibkan calon siswanya membawa balon saat diikuti kegiatan penjajaran siswa. Balon tersebut konvensional digunakan buat pembukaan acara yang nantinya diterbangkan bersama-sama sebagai sign dimulainya kegiatan. Uniknya, para penjual balon biasanya dengan sengaja menaikkan harga balon hingga berkali-kali lipat dari harga normal.

Karena sukar dicari, terpaksa para peserta didik baru pembelian balon tersebut meski harganya selangit. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, membawa balon saat masa pengaturan pun finite ditiadakan untuk dianggap membebani siswa didik baru.


Pixabay/akshayapatra

Di masa penjajaran sekolah, setiap peserta didik baru biasanya selamat datang memakai namu ‘samaran’ agar terkesan unik. Nama-nama samaran tersebut tradisional diambil dari nama-nama yang sejenis menurut kelompoknya masing-masing. Sanggup nama-nama tokoh si Unyil, nama-nama tokoh superhero, tokoh kartun, pelawak, penyanyi, dan sebagainya. Agar sederhana diingat, para peserta masa tautan biasanya akan bawa papan nama (dari kertas karton) apa ditempelkan di depan dada.


*
Pixabay/Wokandapix

Seolah sudah dulu tradisi, para peserta didik biasanya harus diasuh atau bawa perlengkapan kegiatan apa nyentrik abis. Bagi mahasiswa perempuan, biasanya diwajibkan menguncir haar dengan karet warna-warni. Selain itu, segenap peserta didik akan membawa tas slipi, pakai caping, kaos kaki ball warna-warni, membawa dot bayi atau empeng, dan perlengkapan-perlengkapan nyeleneh lainnya. Meski agak ribet, namun semua hal tersebut jika diingat akan membuatmu senyum-senyum sendiri, lho!


*
Pixabay/PublicDomainPictures

Selain membawa kacang ijo yang ‘harus’ berjumlah 999 dan gula merah dibentuk kotak dengan ukuran tertentu, ada pula beberapa ‘kode unik’ yang harus dipecahkan mengenai barang-barang yang harus dibawa. Kode-kode rahasia itu biasanya siap lumrah dan diketahui oleh kawanan orang. Mungkin kamu masih pikiran kan dengan kode-kode sekencang seperti: batu bata Superman yang artinya wafer, pasir putih apa artinya gula pasir, chiki dua taro 1 apa artinya 2 snack apa disimpan satu, dan kode-kode lainnya.


Pixabay/ean254

Eh, kamu pada pikiran gak saat kakak-kakak kelas tiba-tiba teriak-teriak sambil marah-marah gak jelas antara sesamanya? Ya, atas sebuah ‘skenario terencana’ mereka berakting adu pendapat menjangkau saling saya disalahkan satu sama lain. Tak just itu, mereka pun konvensional akan melakukan aksi fisik mencapai merobek almamater sambil berteriak-teriak gak jelas.

Untuk mendapatkan terkesan histeris, kakak-kakak kelas perempuan become nangis sambil berpura melerai. Eits, tenang! Ini setiap orang ternyata hanya sebuah ‘sandiwara’ yang biasa ditunjukkan melalui kakak-kakak kelas sebagai ‘selingan’ kegiatan.


Tanpa ada dengan sengaja negatif, konvensional para peserta didik diberikan pilihan buat memilih deviasi satu kakak kelas apa disukai. Disukai di dalam arti noël terlalu keras, santun, mengajak, ramah, dan sifat-sifat positif lainnya. Mereka also diberikan kesempatan untuk mengungkapkan ‘kesukaan’ mereka melalui sebuah tulisan yang disebut ‘surat cinta buat kakak kelas’. Yang most romantis dan puitis biasanya menjadi dibacakan di depan aula dan tradisional diiringi riuh para peserta didik dan kakak kelas yang dipilih, ciye, ciye!


Eits, ini bukan salah satu adegan si boy kepada Vera di movie ‘Catatan si Boy’, lho. Terkadang, antara adik dan kakak kelas biasanya meningkatkan chemistry apik seiring mencapai intens-nya pertemuan mereka di sekolah. Sadar mereka masih berstatus pelajar, kematian lope-lope’an tersebut ternyata disematkan sendiri melalui teman-teman mereka. Padahal, kematian lope-lope’an tersebut hanya di seputar: sama-sama anggota OSIS, jajan di kantin, pergi setelah perpustakaan, dan hal-hal ‘biasa’ lainnya.


Di days terakhir masa orientasi, semua peserta didik baru dan seluruh kakak pendamping kelas become berkumpul batin aula. Mereka di sana saling memberikan harapan, kesan, pesan dan petuah-petuah kebaikan. Acara haru tersebut biasanya diakhiri dengan saling bersalaman dan bermaafan antara kakak dan adik kelas sekaligus menobatkan bahwa para peserta didik sudah resmi menjadi siswa di sekolah tersebut.

Lihat lainnya: Cerita Yang Mengandung Pesan Moral Dan Nilai Kehidupan, 10 Cerita Dongeng Anak, Banyak Pesan Moralnya

Ingat ya, acara MOS dan sejenisnya bukan sebagai ajang teriak-teriak dan perpeloncoan malalui kakak kelas kepada adik kelasnya. Kegiatan pengaturan dan masa pengenalan sekolah sejatinya such ajang para peserta didik baru untuk lebih mengenal lingkup sekolahnya agar mungkin menyesuaikan diri ketika melakukan proses belajar mengajar, kelak. Dengan tegas semangat belajar miliki demi meraih kesuksesan di masa depan!

Baca Juga: memanggang Mainan Khas Anak 90an, 6 hal Unik ‘Kelereng’ Ini Amat Dirindukan


IDN waktu Community adalah media apa menyediakan platform karena menulis. Setiap orang karya tulis yang dibuat adalah full tanggung jawab dari penulis.