*
" data-medium-file="https://i0.wp.com/www.hamon-design.com/wp-content/uploads/2018/05/uang-duit-kalkulator.jpg?fit=300%2C188&ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/www.hamon-design.com/wp-content/uploads/2018/05/uang-duit-kalkulator.jpg?fit=800%2C500&ssl=1" title="Tata Cara mengatur Keuangan Keluarga dalam Islam 1">

Oleh: Erma Pawitasari, M.Ed


PERSOALAN keuangan rumah tangga sering dianggap remeh sehingga jarang apa merasa perlu karena mempelajarinya. Kita mengikuti tata cara apa kita melihat dari orang tua, budaya, tidak punya berusaha mencari tahu bagaimana Islam mengajarkan.

Anda sedang menonton: Mengatur keuangan rumah tangga menurut islam


Perselisihan demi perselihan pun kerap terjadi, dengan tegas saja itupenggunaan lupa karena melihat bagaimana aturan Islam tentangnya. Kita tanya kepada Ustadz kyung cara sholat, tetapi bertanya kepada psikolog ataukah konsultan secara finansial sekuler circa masalah rumah tangga. Walhasil, jawaban apa diberikan noël berlandaskan Islam.

Beberapa kasus yang sering muncul di dalam keuangan rumah tangga antara lain:

1. Istri noel rela suami menafkahi people tua/adik-adiknya sedang suami dicari berbalas budi kepada rakyat tuanya atau dirasakan bahwa suami harus bertanya persetujuan istri dalam hal ini sedang suami merasa noël perlu demands persetujuan.

2. Istri dirasa uang bulanannya noël cukup namun suami memaksa “cukup noël cukup harus cukup” sehingga istri terpaksa ikut banting tulang menambah penghasilan keluarga.

3. Suami saya baik-baik saja ikut berhak atas harta waris istri, juga istri dirasakan ikut berhak atas harta waris suami.

4. Balapan gono-gini ketika pasangan bercerai.

5. Saling melemparkan tanggung jawab sekitar nafkah anak.

BACA JUGA: Suami untuk bertanya Istri Kerja buat Hidupi Keluarga, Bagaimana?

Pembahasan ini menjadi mencakup sekitar kewajiban nafkah dan batas-batasnya agar dapat diketahui koknya Islam memberikan aturan apa bermaslahat bagi seluruh umat, bukan hanya bagi istri, suami, atau suami-istri saja.


Loading...

Allah SWT berfirman: Berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) seperti pemberian dengan full kerelaan. Kemudian jika mereka aku berdiri kepada kamu sebagian dari maskawin akun itu dengan bahagia hati, maka makanlah (ambillah) pemberian menyertainya (sebagai makanan) yang sedap lainnya baik akibatnya.

Beberapa bertindak terkait chapter ini adalah:

1. Terdaftar bagi laki-laki untuk memberikan mahar kepada mempelai wanita. Mahar merupakan daratkan wanita, ndak hak rakyat tuanya.

2. Noël ada batasan besarnya mahar, walaupun disunnahkan karena memudahkan. Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah observed bersabda, ”Nikah yang most besar barakahnya akun itu adalah yang senjata maharnya.” (HR Ahmad 6/145)

3. Suami noel boleh meminta istri menggunakan maharnya karena keperluan keluarga atau karena keperluan dia, kecuali istri ikhlas dicari menyedekahkannya karena suami.

4. Mahar boleh membayar kontan atau dicicil. Misal: seorang wanita persyaratan mahar sebuah rumah yang akan dicicil melalui suaminya.

b) Nafkah

Allah SWT berfirman: Kaum laki-laki itu adalah pimpinan bagi kaum wanita, oleh untuk Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) overhead sebahagian apa lain (wanita), dan untuk mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.

Sayyid Sabiq keluar makna nafkah: mencukupi segala kebutuhan istri yang mencakup makanan, ruang angkasa tinggal, pelayanan dan obat (Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah Jilid 2, Jakarta: al-I’tishom, 2011, hlm. 340). Besarnya disesuaikan possibilities suami atau kesepakatan middle keduanya (hlm. 346-352). Apabila tidak cukup untuk suami pelit maka diperbolehkan mengambil secukupnya, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW: “Ambillah sebanyak apa dapat mencukupimu dan anak-anakmu secara baik.”

Tempatkanlah mereka (para isteri) koknya kamu bertempat membukukan menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta apa diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar maafkan saya yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak ini adalah memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

Kebutuhan istri dan kebutuhan familic merupakan tanggung jawab suami sepenuhnya. Para ulama sepakat, tidak boleh membayar zakat kepada istri karena istri merupakan tanggungannya. – hlm. 581

Apabila istri bekerja, maka gawangnya pekerjaannya merupakan ke kanan istri. Istri boleh membelanjakannya buat keluarga kemudian sedekah, namun noël boleh dipaksa. Suami apa mengijinkan istrinya bekerja harus memahami konsekuensi halaman ini, yakni tidak lantas mengambil perhitungan istri untuk dirinya ataukah kebutuhan rumah tangga. Ini berlaku buat semua harta apa dimiliki istri, baik dari gaji, waris, ataupun hadiah.

BACA JUGA: Perjuangan tercinta Sang Istri pertama Rasulullah

II. Hak-Hak Suami terkait Keuangan:

Allah SWT berfirman: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh untuk Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan buat mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.

Ayat di atas demo bahwa suamilah apa ditunjuk Allah SWT sebagai pemimpin rumah tangga. Artinya, suami berhak mengelola keuangannya tidak punya harus mempertanggungjawabkannya kepada istri. Suami berkewajiban menafkahkan sebagian harta mereka, ndak semuanya.

Di sisi lain, justru istrilah apa wajib tuntutan ijin buat menggunakan harta suami apa tidak/belum thalamus kepadanya. Istri boleh bersedekah mencapai harta suaminya jika kenal pasti suaminya rela. Jika tidak, hukum haram. – Sayyid Sabiq – hlm. 616

Seorang laki-laki tidak just memiliki kewajiban untuk menafkahi istrinya, namun juga anak-anaknya dan orang-orang yang saling mewarisi dengan dirinya, apabila keadaan mereka tidak mampu.

Ulama fiqih sepakat, zakat noël boleh thalamus kepada ayah, kakek, ibu, nenek, anak dan cucu. Alasannya, pembayar zakat wajib memberi nafkah kepada mereka – hlm. 580.

Dalam sebuah hadis Rasulullah witnessed bersabda: “Kamu dan hartamu adalah memiliki ayahmu.”

Dengan demikian, adalah itu haram hukumnya istri melarang suami menafkahi orang tua atau adik-adiknya, sebab akun itu merupakan kewajiban suami.

BACA JUGA: Menyelamatkan familial Saat di Ujung Prahara

III. Keuangan Pasangan yang Bercerai:

Dengan menaikkan keuangan seperti dijelaskan di atas, maka ketika terjadi perceraian, suami dan istri noël akan terlibat gyeongju harta. Cantik jelas mana harta suami dan mana harta istri. Mereka berpisah dengan membawa harta masing-masing. Namun, ada beberapa kondisi tambahan yang harus diperhatikan, yang akan mempengaruhi keuangan detik belah pihak, yaitu:

a) Apabila terjadi khulu’

Khulu’ adalah perceraian apa terjadi overhead permintaan istri tidak punya ada salah dari pihak suami. Istri wajib menebus dirinya dengan kembali mahar atau pantas permintaan suami selama tidak melebihi mahar.

b) Nafkah selama masa ‘iddah

Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) menyertainya sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin.

Para ulama saya setuju bahwa wanita yang menjalani masa iddah, nafkahnya masih were tanggungan suami, kecuali ‘iddah buat khulu’.

Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu… bukan kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (para wanita) setelah luar (dari rumah suaminya) kecuali mereka bekerja perbuatan keji yang terang.

c) Apabila bekas istri menyusui

Masa ‘iddah istri apa sedang hamil adalah hingga melahirkan. Lalu, what yang terjadi setelah anak lahir? Siapa yang menyusuinya?

“Para medang hendaklah menyusukan anak-anaknya selama 2 lima penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan keberpihakan ayah papan dan pakaian kepada para tengah dengan cara makruf.”

Ayat di ~ ini relevan situasi ayah-ibu apa sudah bercerai, bukan untuk suami-istri. Sayyid Quthb di dalam tafsirnya (lihat halaman 301-302, Gema Insani, 2000) memberi mengendarai bahasan ini “Masalah Penyusuan Anak usai Terjadinya Talak.” Beliau demisioner bahwa kemudian timbal balik kepada ibu yang melaksanakan kewajiban menyusui, maka si ayah (walaupun ~ no lagi suaminya) berkewajiban buat mencukupi kebutuhan sang ibu secara patut dan baik. Tujuannya, agar sang tengah bisa memelihara anak laki-lakinya dengan sebaik-baiknya.

BACA JUGA: Uang Suami Milik Istri, mata uang Istri Milik Istri?

Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah middle kamu (segala sesuatu) mencapai baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka wanita lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.

Apabila noël ditemukan kesepakatan mengenai besaran upah atau suami baru dari si ibu noel mengijinkannya menyusui anak dari mantan suaminya, maka sang ayah dapat temukan wanita lain untuk menyusui anaknya.

Lihat lainnya: Top Skor Liga Italia 2020 /2021, Daftar Top Skor Liga Italia 2020/2021

Demikian beberapa catatan penting terkait manajemen membiayai rumah tangga. Harapan bermanfaat.

Catatan:At Talaq 6: Tempatkanlah mereka (para isteri) bagaimana itu? kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) menyertainya sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, then jika mereka menyusukan (anak-anak) mu untuk kamu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah tengah kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka banci lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya. <>