e.Cover : Latar warna hitam putih, terdapat tulisanjudul “DOR” dengan cat merah ukuran besar, dibawahnya terdapat tulisan namapengarang “Putu Wijaya” dengan cat ungu. Di dalam latar hitam terdapat fotosebelah permukaan si pengarang.

Anda sedang menonton: Naskah drama dor karya putu wijaya


Drama DOR mengisahkan seorang anak Gubernur apa telahmembunuh seorang perempuan. Batin hal ini terhukum harus terpisah hukuman apayang thalamus kepada anak gubernur itu. Pertimbangan ini mendesak rumitmengingat yang akan penerimaan hukuman tersebut anak dari seorang pejabat. Banyakmasyarakat yang menginginkan agar anak cabang tersebut mendapat hukuman yangsetimpal atas perbuatannya. Cabang itu sendiri such ayah menjangkau tegarmenyatakan fact harus ditegakkan, walaupun diatas akhirnya ia memutuskanuntuk membela anaknya hingga ia menembak hakim tersebut.
Aspek penamaan yang tangan kedua pengarang dalam drama inidisajikan tanpa nama-nama tokoh, hanya beberapa tokoh saja apa menggunakannama. Putu Wijaya sering menggunakan tokoh tidak punya nama-nama agar tokoh-tokohtersebut noel terikat mencapai faktor penamaan sehingga dapat bergerak lebihbebas bahkan karakternya dapat melompat-lompat dari suatu situasi ke situasilainnya. Tokoh-tokoh apa terdapat dalam drama ini diantaranya :
Ø Kategori kedudukan peran para tokoh di dalam dramamenurut Robert Scholes (dalam Junus, 1998; dan Elam, 1980).
Dalam drama ini tokoh cabang berperan seperti peran Lion. Tokoh terhukum disinibertindak seperti tokoh protagonis.Tokoh ini memperjuangkan suatu sebenarnya tentang pembunuhan apa di lakukanoleh Ali anak seorang Gubernur.
Dalam chapter ini cabang berperan kemudian tokoh yangmenghalang-halangi perjuangan peran lion Hakimdalam menjangkau tujuannya. Gubernurnya disini berusaha untuk membela anaknya yangtelah does pembunuhan. Ia pun sampai meluncurkan tokoh hakim.
Tokoh Ali disini were tokoh yang were sasaran dalampencarian keadilan. Sesuai peran lion dan peran mars saling memperjuangkankeadilan untuk Ali seperti peran sun.
Yang implisit kedalam peran planet adalah semua tokoh,karena semua tokoh batin drama ini yang menerima tujuan dari perjuangan hakimdan gubernur. Batin drama ini setiap orang tokoh saling berargumentasi mengenaitindakan yang dilakukan Ali. Segenap tokoh menanti keputusan what yang akandiberikan buat Ali.
Peran scale disini berperan such peran apa menengahiatau menyelesaikan bentrok dan permasalahan apa terjadi. Pembela, saksi danjaksa dengan melakukan drama ini berperan seperti perantara di dalam penyelesaian konflikyang terjadi.
Dalam hal ini peran bulan bertugas sebagai penolong.Misalnya pelayan apa selalu bantuanhalaman hakim, istri gubernurnya dan pacar yang selalu help gubernur.
Motifadalah hal yang mendasari terjadinya laku atau tindakan tokoh. Kerumunan sekalimotif apa ditunjukan malalui para tokoh drama ini.
-Motif rasa cinta danketidaksenagan yang menyebabkan Ali melakukan tindakan pembunuhan terhadapperempuan.
-Motif rasanya sayangterhadap anak mendasari tindakan gubernur menentang tindakan dan berusahamembebaskan Ali anaknya dari hukuman.
-Motif kedudukan dankewajiban yang telah mendasari semua tindakan hakim dalam mengusut kasuspembunuhan.
-Motif kemarahan danketidakpuasan tindakan hukum yangmenjadikan tindakan pembunuhan di ~ tokoh alioleh para masyarakat.
Konflikyang diangkat dalam drama ini yaitu kapan Hakim harus menentukan what hukuman bagi Aliyang telah killing seorang feminin pelacur.Konflik ini mendesak rumit untuk yang melakukan pembunuhan tersebut adalah anakseorang gubernur.
Alur drama inimenggunakan merencanakan maju atau bisa dikatakan konfigurasi konvensional, artinya semuakronologi peristiwa spesial secara berurutan dari peristiwa duluan hinggaperistiwa akhir. Mencapai pola merencanakan linear, P­1 - P2 - P3 ­-P4 .
Latar dengan melakukan drama ini dijelaskan seolah-olah telahmenggambarkan pementasan, yaitu dengan berlatarkan panggung, dimana setiap orang lataryang minuman berupa keadaan di phase pentas. Pertama kali latardisebutkan di dalam paragraf naratif berupa prolog, dengan refers beberapalatar, seperti malam hari, angkasa hakim, dan tempat pelayan. Minuman jugaseiring mencapai berjalannya naskah drama yaitu di kamarnya tamu, pengadilan, secara spasial kejadian pembunuhan, rumah gubernur,pagi hari, dan sebagainya.
Sementara soal ruang, drama ini pribadi ruang yangsangat jelas, untuk ruang akan berkaitan langsung mencapai pementasan, bagaimanaruang yang di rancang di ~ saat pementasan. Drama ini sendiri mendesak jelaspenggambarannya, sebab drama ini menerangkan latarnya tersebut langsung latarpementasn.
Penggarapan bahasa yang digunakan pengarang sangat sesuaidengan tokoh apa diperankan, misalnya seorang hakim yang dalam gaya bicaranyadalam dialog sesuai menjangkau sebagaimana seorang hakim, misalnya di dalam dialog “Konsepsi başı yang runtuh”. Tokoh seorangpelayan apa menggunakan nada kedaerahan, batin hal ini pengarang menggunakanlogat betawi, misalnya di dalam dialog “Emanggimane?Pikir dong. Berape taon lagi mesti gue tunggu. Saben kali bilang, tunggudulu biar kantong tambah meleding. Tokohseorang sobat apa memiliki watak selalu menasehati people lain batin dialognyamenggunakan peribahasa pepatah untuk mempertegas penokohannya, misalnyapenggunaan pepatah “Sepi ing pamrih,rame ing gawe. Tut wuri handayani. Alon-alon ben kelakon. Ojo Dumeh”. “Ora mangan ora opo pokoke kumpul. Holo piskuntul baris.” Bahasa-bahasa yang digunakan oleh para tokoh sangat sesuaidengan mewakili perannya.

Lihat lainnya: Cara Membayar Pajak Kendaraan Bermotor, Esamsat Kepri


Tema drama ini adalah perjuangan menegakkan peradilan padaseorang pembunuh. Tema ini berjeniskan tema yang tradisional, untuk tema yangdiangkat sering terjadi di ~ kehidupan sehari-hari, penegakan keadilan olehseorang hakim pada tersangka. Tetapi yang noël lajim batin drama ini, hakimmalah noël menjalankan tugasnya invisor dan membebaskan disangka yangjelas-jelas telah membunuh.
Tema yang diangkat di dalam dram ini berada pada tingkatantema sosial dan egoik, untuk hampir cerita drama ini menceritakan kehidupansosial dan keegoisan seluruh tokoh dalam perannya.