Orang yang berkurban maka amal kurbannya dicatat kemudian amal yang paling dicintai malalui Allah Taala. Foto/dok umma.id


Anda sedang menonton: Pahala berkurban di idul adha

Akhir bulan ini bertepatan Jumat 31 Juli 2020 (10 Dzulhijjah 1441 Hijriyah) umat Islam menjadi merayakan hari Raya Idul Adha. Ada satu ibadah apa sangat dianjurkan pada days itu yaitu menyembelih hewan kurban .Ibadah Qurban ( berkurban ) termasuk ibadah yang pahalanya terutang luar biasa. Di dalam banyak riwayat Nabi saw senantiasa melakukan ibadah kurban setiap bulan Dzulhijjah . Perintah berkurban ini juga diabadikan melalui Allah Ta"ala dalam Al-Qur"an: "Maka dirikanlah salat untuk Tuhanmu; dan bekurbanlah". (Surah Al-Kautsar: ayat 2) Ibadah Kurban adalah syariat apa dicontohkan oleh Nabi Ibrahim "alaihissalam apa mengorbankan anak kesangannya Ismail "alaihissalam kepada Allah Ta"ala, namun Allah menggantinya mencapai hewan sejenis domba. (Baca Juga: Kurban di Saat epidemi Buktikan Ketakwaan dan Keikhlasan )Berikut menjadi kita ulas hukum dan keutamaan berkurban sebagaimana kutipan dari secara baik "Fiqih Qurban perspektif Madzhab Syafi"i" karya Ustaz Muhammad Ajib (pengajar Rumah Fiqih Indonesia).Pengertian KurbanSecara bahasa kata Qurban dalam ilmu fiqih dikenal mencapai istilah Udhhiyah. Imam al-Qurtubi keluar definisi Udhhiyah secara bahasa adalah such berikut: "Kambing yang disembelih pada waktu dhahwah (waktu dhuha)". (Al-Jaami’ Li Ahkaamil Quran Karya Imam al-Qurtubi)Sedangkan Udhhiyyah menurut istilah syara" sebagaimana disebutkan Imam Ibnu Abdiin adalah: "Hewan yang disembelih dengan tujuan bertaqarrub kepada AllahTa"aladi aku Nahr dengan syarat-syarat tertentu". (Hasyiah Ibnu Abdiin).(Baca Juga: Keutamaan bulan Dzulhijjah dan Amalan Berkurban )Hukum BerkurbanDalam mazhab Syafi"i, ibadah Kurban hukumnya Sunnah Mu"akkadah. Yaitu ibadah yang jika dilakukan mendapatkan pahala di sisi Allah, jika tidak dilakukan pun noël akan berdosa. Namun, seyogyanya bagi yang memiliki keluasan rezeki diperintahkan karena tidak meninggalkan ibadah apa satu ini. Sebab, walaupun hukumnya sebatan sunnah (tidak wajib), namun sunnah yang satu ini termasuk sunnah yang sangat dianjurkan sekali. Mencapai kata go Sunnah Mu"akkadah (sunnah apa kuat). Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam Kitab al-Majmu" Syarh al-Muhadzdzab menyebutkan bahwa Adapun masalah beraksi qurban , Imam Syaf"ii (wafat 204 H) dan ulama Syafiiyah suku hukumnya Sunnah Mu"akkadah. Kurban termasuk syiar keagamaan Allah yang sebaiknya dijaga bagi yang mampu melaksanakannya walaupun noël wajib berdasarkan dalil syar"i. (An Nawawi, Al Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, hal. 383 jilid. 8) di dalam Kitab al-Majmu" Syarh al-Muhadzdzab suku bahwa Imam Syafi"i berkata di dalam bab sesembelihan: "Kurban hukum Sunnah bagi siapapun apa memiliki keluasan rezeki baik penduduk kota, desa, musafir dan orang apa sedang haji meskipun sudah melakukan hadyu atau belum. (An Nawawi, Al Majmu’ Syarh alMuhadzdzab, hal. 383 jilid. 8) Namun, haruss diketahui bahwa ibadah Kurban batin Mazhab Syafi"i implisit Sunnah Kifayah. Maksudnya adalah jika salah satu familic ada satu people saja misal suami apa berqurban, maka kesunnahan Kurban cantik gugur bagi istri dan anakanaknya. Ini yang disebut mencapai Sunnah Kifayah. Tentu jika batin satu keluarga semuanya berqurban, maka ini jauhnya lebih afdhal.Keutamaan BerkurbanMenurut mayoritas hadis Nabi, bahwa orang yang berkurban maka amal kurbannya dicatat seperti amal yang most dicintai melalui Allah Ta"ala. Kompensasi lebih cepat dan tak terhitung. (Baca Juga: Ulama: Kurban bukan Sekadar Ibadah, Ada jasa Ekonomi )Dalam hadist riwayat Imam at-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah bahwa Rasulullah shallallahu "alaihi wa sallam (SAW) bersabda: "Tidaklah seorang anak Adam melakukan pekerjaan yang most dicintai Allah pada aku Nahr kecuali mengalirkan darah (menyembelih hewan qurban). Hewan itu pada saat kemudian pada hari Kiamat ini adalah datang mencapai tanduk, haar dan bulunya. Dan pahala qurban menyertainya di sisi Allah Ta"ala lebih dahulu daftar darah apa menetes diatas suatu tempat dahulu menetes usai tanah. Maka hiasilah dirimu mencapai ibadah qurban . (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah) Demikian hukum dan keutamaan berkurban . Harapan di bulan Dzulhijjah nanti kita diberi semangat karena berqurban. Mari sisihkan sedikit harta kita untuk ibadah qurban. Jangan ada pemikiran dalam diri untuk kita bahwa harta mungkin berkurang jika berkurban. Harta yang dikeluarkan untuk ibadah Kurban insya Allah ini adalah diganti mencapai rezeki apa melimpah melalui Allah Ta"ala. (Baca Juga: Keluarkan Fatwa, MUI Soroti melecehkan Salat Idul Adha dan massacre Kurban )Wallahu Ta"ala A"lam
*

اِنَّمَا الۡمُؤۡمِنُوۡنَ الَّذِيۡنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتۡ قُلُوۡبُهُمۡ وَاِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ اٰيٰتُهٗ زَادَتۡهُمۡ اِيۡمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُوۡنَ
Sesungguhnya orang-orang apa beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada bapak mereka bertawakal,(QS. Al-Anfal:2)
*

*

Artikel Terkait
BACA JUGA
Hadits of The Day


Lihat lainnya: Cara Cek Nik Ktp Online Pandeglang, Telkomsel Card Registration

Dari Abu Hurairah radhiyallahu "anhu, Rasulullah shallallahu "alaihi wasallam bersabda:  "Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat.  (1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakannya karena memukul orang.  (2) Wanita-wanita berpakaian tetapi (seperti) bertelanjang (pakaiannya terlalu minim, tipis, ketat, atau sebagian auratnya terbuka), berjalan dengan berlenggok-lenggok, mudah dirayu atau suka merayu, haar mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut noël dapat dilampiri surga, bahkan tidak dapat mencium dupa surga. Padahal bau surga itu dapat tercium dari jarak begitu banyak, begitu banyak dan sekian."(HR. Muslim No. 3971)