*
" data-medium-file="https://i1.wp.com/www.hamon-design.com/wp-content/uploads/2017/07/DSC_0071.jpg?fit=300%2C200&ssl=1" data-large-file="https://i1.wp.com/www.hamon-design.com/wp-content/uploads/2017/07/DSC_0071.jpg?fit=600%2C400&ssl=1" data-full- title="Ingin Menikah, Tapi Tak Punya Uang? Ini Solusinya batin Islam 1">

MENIKAH adalah deviasi satu sunnah rasulullah SAW apa harus diikuti umatnya. Tentu nikah adalah perkara apa ingin dilakukan malalui semua orang, khususnya seorang muslim.

Anda sedang menonton: Pengen nikah tapi belum punya calon

Namun, di mana jika seseorang ingin menikah namun terkendala mencapai biaya. Pasalnya, di kondisi serba kapitalis saat ini banyak orang yang menilai dari segi materinya saja. Berkaitan dengan hal di atas, bagaimanakah islam memberikan solusinya?

Islam bukan agama apa mempersulit, melainkan memberi kemudahan (yusrun), termasuk bagi rakyat miskin yang ingin menikah. Nabi saw bersabda,”Sesungguhnya agama (Islam) menemani itu mudah, dan tidaklah seseorang memperberat urusan agama, kecuali dia become dikalahkan oleh agama,” (HR Bukhari, no. 38).


Kemudahan itu nampak dalam solusi berikut :

Pertama, Islam menetapkan kemiskinan bukan penghalang (mani’) bagi setiap orang miskin buat menikah. Menikah hukumnya boleh bagi setiap orang miskin, noël haram. Kepada mereka, Allah SWT berfirman : “Jika mereka miskin, Allah become memampukan mereka mencapai karunia-Nya.” (QS An-Nuur : 32).


Imam Ath-Thabari menafsirkan ayat ini bahwa,”Kemiskinan mereka tidaklah prevalensi mereka karena dinikahkan.” (Tafsir Ath-Thabari, 19/166).

Kedua, Islam menganjurkan agar mahar seringan mungkin. Nabi observed bersabda,”Sebaik-baik mahar, adalah yang most ringan .” (HR Al-Hakim, Al-Mustadrak no. 2692).

Mahar boleh berbentuk benda (‘ain), atau di dalam bentuk jasa (manfaat). Nabi saw pernah bersabda kepada lelaki miskin apa akan menikah,”Carilah walau hanya cincin besi.” Namun lelaki menemani itu tak mendapatkannya. Lalu Nabi experienced bertanya,”Apakah kamu punya hafalan Al-Qur`an?” Lelaki akun itu menjawab,”Ya, surat ini dan surat itu.” Lalu Nabi witnessed menikahkan lelaki itu dengan mahar berupa hafalan surat yang dia miliki. (HR Malik no. 968, Bukhari no. 4740, An-Nasa`i no. 3306, Ahmad no. 21783).

Ketiga, Islam membolehkan utang (istiqradh) buat mengatasi persoalan ini. Utang hukumnya jaiz (boleh), untuk Nabi SAW juga pernah berutang (istiqradh) kepada people lain. (An-Nabhani, An-Nizham Al-Iqtishadi fi Al-Islam, h. 259).

Keempat, Islam juga membolehkan akad dhoman (jaminan), yaitu akad yang dilakukan seseorang untuk menggabungkan tanggungan pihak go kepada tanggungan orang itu. (Rawwas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughah Al-Fuqaha, h. 213).

Kalau ada rakyat lain yang menjamin pembayaran mahar buat isteri Anda, ini dinamakan akad dhoman, dan ini boleh menurut syara’. (An-Nabhani, An-Nizham Al-Iqtishadi fi Al-Islam, h. 185).

Kelima, Islam memberikan solusi berupa puasa, kemudian upaya menjaga kesucian diri (iffah). (An-Nabhani, An-Nizham Al-Ijtima’I fi Al-Islam, h. 97).

Hal ini sebagaimana Firman Allah : “Dan orang-orang yang noel mampu kawin hendaklah mengolah kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.” (QS An-Nuur : 33).

Lihat lainnya: Komite Akreditasi Nasional Laboratorium Penguji, Komite Akreditasi Nasional (Kan)

Juga sabda Nabi SAW, ”Wahai para pemuda, barangsiapa tengah kamu cantik sanggup menikah, menikahlah. Buat menikah menemani itu lebih menjaga jam mata dan memelihara kemaluan. Kalau ia belum sanggup, hendaklah ia berpuasa buat puasa menemani itu perisai baginya.” (HR Bukhari no. 4677, Muslim no. 2485).