PemerintahanKelembagaanDokumen PerencanaanPelaporan & PertanggungjawabanTransparansi Pengelolaan anggaran Info JabarArsip berita LayananFasilitas Umum
*

Kab. Subang --- Pemutihan dan also diskon pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih diberlakukan di seluruh sup Samsat di Jawa Barat, noël terkecuali di Samsat Subang. Program stimulus dan insentifikasi Triple untung Plus ini menjadi berakhir di ~ 24 Desember 2021. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini buat terbebas bagus keterlambatan pembayaran pajak kendaraan dan tercapai diskon.

Anda sedang menonton: Penghapusan denda pajak kendaraan bermotor

Insentif dan stimulan yang diberikan Bapenda Jabar meliputi bebas denda pajak kendaraan bermotor, sehingga masyarakat apa menunggak pajak noël dikenakan sanksi berupa denda, hanya perlu dibayar pajak pokoknya saja.

Keuntungan kedua, yakni pembebasan bea balik nama belakang kendaraan bermotor (BBNKB) II. Pemilik kendaraan bisa melakukan balik nama kendaraan keduanya secara gratis. Kemudian diskon BBNKB i Pengurangan sebagian mengurung Bea Balik nama Kendaraan Bermotor atas penyerahan Pertama, sebesar 2,5 persen.

Pemdaprov Jabar juga memberikan relaksasi berupa bebas tunggakan PKB lima kelima relaksasi ini menghadiahkan kepada pemilik kendaraan yang memiliki kewajiban tunggakan pajak lebih dari lima tahun.

Masyarakat subang dapat kerumunan keuntungan dari program Triple untung Plus ini, terlebih bagi para wajib pajak yang sudah lama menunggak. Sedangkan karena wajib pajak apa taat dibayar pajak kendaraannya, Lovita memastikan menjadi mendapat keuntungan berupa diskon mulai dari 2 hingga 10 persen.

Selain itu ada juga hadiah menarik bagi terdaftar pajak berupa 1 sepeda motor 150 CC, 5 sepeda motor 110 CC, 10 penghematan BJB masing-masing Rp5 juta, dan 20 simpanan BJB masing-masing Rp1 juta.

“Khusus untuk wajib perpajakan di Subang, ada ekstra berupa 3 unit sepeda dan 5 buah kontrol serta hadiah hiburan, apa akan diundi di di atas program Triple laba Plus”, ujar Lovita.

Optimis Capai TargetTriple untung Plus bertujuan karena meningkatkan tertib administrasi kendaraan bermotor, memberikan kepastian tindakan kepemilikan kendaraan bermotor, menekan pertumbuhan Kendaraan Tidak melakukan Daftar mengulang (KTMDU) yang tidak melakukan kewajiban pembayaran PKB serta meringankan beban sosial terhadap kewajiban dalam melakukan balik nama belakang kendaraan bermotor overhead penyerahan senin dan seterusnya serta pembayaran perpajakannya kendaraan bermotor.

Pada kesempatan yang sama, Lovita optimistis perolehan pendapatan become terus meningkat, seiring kesadaran masyarakat di dalam membayar perpajakan kendaraan apa semakin naik.

Juga adanya programme inovatif kemudian Triple untung Plus apa menguntungkan delegasi pajak buat membayar pajak kendaraannya.

Terbukti, relaksasi perpajakan tersebut selain meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat, juga capaian rata-rata perpajakan kendaraan bermotor (PKB) 3-5 persen dari bulan sebelumnya.

“ Alhamdulillah , Triple laba Plus sangat menarik animo masyarakat selama Agustus sampai saat ini. Biasanya pendapatan rata-rata harian itu di nomor 0,25 persen dan sekarang di nomor 0,35 persen,” kata Lovita.

Lihat lainnya: Contoh Naskah Drama Pendek Lucu 5 Orang Pemain, Naskah Drama Komedi 5 Orang Lucu Bingit

Dalam empat bulan program triple untung plus, lanjut Lovita, telah terealisasi total Rp 48,6 milyar dengan jumlah kendaraan bermotor 89.950 unit. Adapun tujuan PKB adalah Rp. 138,42 milyar, dan realisasi saat ini telah menjangkau 91,01 persen.

Untuk lebih menaikan minat dibayar pajak oleh program Triple keuntungan Plus sampai 24 Desember 2021 menjadi mengambil sejumlah langkah. Seperti menggelar sosialisasi kepada masyarakat sampai ke tingkat RW, dan tambahan operasi simpatik apa akan digelar mulai Desember nanti. (*FAU)