Pergi haji adalah rukun Islam kelima dan wajib ditunaikan malalui kaum muslim apa sudah balig dan mampu.

Kewajiban haji tercantum dalam beberapa ayat Al-Qur’an, kemudian Al-Baqarah 196 dan 197, Ali Imran 97, serta Al-Hajj 27, serta hadis nabi sallallahu alaihi wasallam.

Anda sedang menonton: Perintah untuk menunaikan ibadah haji di dalam al quran disebutkan dalam surat :

Rukun kelima ini sebaiknya dilakukan sesegera mungkin karena memiliki crowd keutamaan.


*
seattletimes.com

Haji apa mabrur become dibalas mencapai surga. Orang yang berhaji menjadi dihapus dosanya sehingga saat kembali dari tanah Suci, ia bagai bayi yang baru dilahirkan. Allah pun akan mengabulkan doa-doanya.

Dalil Kewajiban melaksanakan Ibadah Haji

Haji adalah pergi setelah Baitullah mencapai sengaja di dalam rangka mandatnya ibadah tertentu mencapai syarat-syarat yang sudah ditetapkan.

Syarat karena berhaji adalah muslim, balig, berakal, merdeka, serta mampu.

“Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barang siapa apa menetapkan niatnya dalam bulan itu menjadi mengerjakan haji, maka ia noël boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa diperkerjakan haji. Dan maafkan saya yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah dan pada kenyataannya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang apa berakal.”

surah Albaqarah Ayat 197

Para ulama sepakat, berhaji adalah ibadah apa diwajibkan berdasarkan Al-Qur’an dan hadis sehingga orang apa mengingkarinya dihukumi dilepas dari Islam.

Berikut ini banyak ayat dalam Al-Qur’an yang dijadikan landasan wajibnya ibadah haji.

“Sesungguhnya rumah apa mula-mula dibangun untuk tempat beribadah human adalah Baitullah di Bakkah (Mekah) apa diberkahi dan menjadi petunjuk bagi setiap orang manusia.”

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia kepada Allah, yaitu bagi orang apa sanggup pengintai perjalan setelah Baitullah. Siapa saja apa mengingkarinya, maka sebetulnya Allah Maha empire (tidak membutuhkan what pun) dari semesta alam.”

Surah Ali Imran Ayat 96–97

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah kalian karena Allah.”

Surah Albaqarah Ayat 196

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya meraka menjadi datang kepadamu mencapai berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari semua penjuru apa jauh.”

surah Alhajj Ayat 27
*
royalservices.co.uk

Adapun hadis-hadis yang were dalil tanggung jawab hukum ibadah haji adalahsebagai berikut.

“Islam dibangun atas five perkara: bersaksi bahwa tiada tuan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendidikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di moon Ramadan, dan pergi berhaji usai Baitullah bagi orang yang mampu melakukan perjalanan setelah sana.”

(HR Muslim dari Abu Hurairah)

Rasulullah bersabda,

“Wahai manusia, telah diwajibkan atas kalian berhaji maka berhajilah.” Lalu, ada seseorang bertanya, “Apakah setiap tahun, wahai Rasulullah?” Nabi saw. Noël menjawab hingga saya bertanya tiga kali, barulah nanti itu beliau menjawab, “Jika aku katakan ‘iya’, niscaya menjadi diwajiban setiap lima dan belum tentu kita sanggup, maka biarkanlah apa yang siap aku tinggalkan karena kalian untuk sesungguhnya telah binasa orang-orang sebelum kalian sebenarnya banyaknya pertanyaan dan perselisihan mereka terhadap nabinya. Maka, jika aku perintahkan sesuatu kepada kalian, kerjakanlah darinya pantas kemampuan kita dan jika aku telah terbuka kalian become sesuatu, maka tinggalkanlah.”

(HR Muslim)

Setiap perintah memiliki pengertian harus langsung dilaksanakan, begitu juga dengan ibadah haji.

Tentunya mencapai memperhatikan syarat-syarat apa harus dipenuhi. Imam Ahmad meriwayatkan, Nabi saw. Pernah bersabda:

“Bersegeralah berhaji – yakni haji terdaftar – sebab sesungguhnya seseorang tidak tahu what yang become menimpanya.”

(HR. Imam Ahmad)

Dalam riwayat lain disebutkan,

Barang siapa ingin televisi berhaji, hendaklah ia melakukannya mencapai segera sebab boleh memanggang ia nanti sakit, kendaraannya hilang, atau ada keperluan baru.

(HR. Ahmad dan Ibn Majah).

Jika sesorang noël segera menunaikan ibadah haji padahal ia mampu, baik secara fisik, spiritual, maupun finansial, ia implisit orang apa suka menunda-nunda kewajiban.


*
etrik.net

Bahkan, mengenai halaman ini, Rasulullah saw. Telah menjangkau tegas menyatakan:

Barang siapa apa telah memiliki bekal dan kendaraan, lalu dia noël berhaji, maka bila mati, silakan sekarat sebagai Yahudi atau Nasrani.”

(HR. Tirmidzi dan Ali)

Keutamaan MelaksanakanIbadah Haji

Sebagai sebuah perintah dan ibadah, ada pahala apa dijanjikan Allah bagi siapa saja yang menunaikan rukun Islam kelima ini.

Namun, lebih dari itu, orang yang menunaikan ibadah haji juga akan mendapatkan beberapa keutamaan.

1. Dibalas mencapai Surga

Berhaji memerlukan persiapan apa sangat baik, terlebih lainnya bagi mereka apa sudah berusia lanjut atau apa tempat tinggalnya jauhnya dari negara Suci.

Dibutuhkan kekuatan niat, keikhlasan, health fisik, dan persiapan finansial buat menjalankannya.

Karena itulah, ibadah haji apa dilaksanakan dengansungguh-sungguh untuk taat dan cinta kepada Allah Swt. Become mendapatkanbalasan tertinggi, yaitu surga.

Dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda:

“Umrah nanti umrah adalah penghapus dosa tengah keduanya dan haji yang mabrur, noël ada pahala baginya selain surga.”

2. Dihapuskannya Dosanya

Dari Ibn Mas’ud r.a., bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda:

“Iringilah ibadah haji dan umrah untuk keduanya meniadakan dosa dan kefakiran sebagaimana alat peniup api menghilangkan kredit (karat) besi, emas, dan perak, dan noël ada balasan bagi haji mabrur melainkan surga.”

Dalam riwayat lain, Abu Hurairah r.a. Berkata,

“Aku mendengar Nabi saw. Bersabda, “Barang siapa melakukan haji ikhlas buat Allah azza wa jalla tanpa berbuat keji dan kefasikan, maka ia kembali tanpa dosa sebagaimana kapan ia dilahirkan melalui ibunya’.”

3. Dihapuskannya Dosanya

Keutamaan lain yang akan memperoleh oleh setiap orang yangberhaji adalah doa-doa dan permintaannya menjadi dikabulkan Allah Swt. Berdasarkanhadis berikut.

Dari Ibn Umar r.a., Nabi saw. Bersabda,

“Orang apa berperang di cara Allah dan orang apa menunaikan haji dan umrah adalah delegasi Allah. (Ketika) Allah menyeru mereka, mereka memenuhi panggilan-Nya dan (ketika) mereka demands kepada-Nya, maka Allah mengabulkan (permintaan mereka).”


*
pinterest.com/Sshamiz
4. Dilipatgandakan Pahalanya

Ibadah dan kebaikan apa dilakukan selama bepergian maupun saat berada di tanah Suci menjadi dibalas mencapai pahala apa berlipat ganda.

Salat di Masjidil haram memiliki keutamaan 100.000 kali lipat dibanding secara spasial lainnya.

Tak hanya salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, tasbih, tahlil, dan takbir, bersedekah kepada fakir miskin, serta apa pun kebaikan apa dilakukan selama mandatnya ibadah haji menjadi mendapatkan pahala jauh lebih besar.

Memudahkan Segala PerkaraIbadah Haji

Ibadah haji merupakan sebuah nikmat apa sangat geram bagi yang bisa menunaikannya.

Sudah selayaknya setiap muslim bersemangat untuk segera pergi setelah Baitullah dan menjalankan seluruh rangkaian amalan haji, yaitu thawaf, sa’i, wukuf, tahalul, dan ihram, serta kebaikan lainnya.

Akan tetapi, bagi kaum muslimin apa berada di Indonesia, pelaksanaan ibadah ini tentu noël dapat dilepaskan dari campur groep pemerintah.

Oleh karena itu, otoritasnya dan para pemimpin harus memberikan catatan khusus terhadap pelaksanaan rukun Islam kelima ini.

Lihat lainnya: Yuk, Manfaat Bpjs Ketenagakerjaan Untuk Beli Rumah Dengan Bpjs Beserta Syaratnya

Peran pemimpin dalam mempermudah rakyatnya untuk menunaikan ibadah haji tergolong dalam perbuatan tolong-menolong yang diperintahkan Allah sebagaimana disebutkan dalam surah Almaidah ayat 2:

“Tolong-menolonglah batin kebaikan dan takwa.”

surah Almaidah Ayat 2

Di Indonesia, pelaksanaan ibadah haji telah dijamin UUD 1945 sehingga country bertanggung jawab atas penyeleggaraannya.


*
pinterest.com/gbutt2015

Berdasarkan UU No. 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, tanggung jawab pemerintah dilaksanakan melalui menteri yang dilakukan oleh satuan merencanakan dan PPIH.

Tanggung jawab otoritas sebagaimana yang dimakasud di dalam undang-undang tersebut meliputi:

Penetapan dan pengisian kuota;Penetapan BPIH;Penyediaan akomodasi, konsumsi, transportasi,dan kesehatan;Pelayanan dokumen bepergian ibadah haji dan visa; sertaPenetapan PPIH.

Mempermudah semua perkara ibadah haji adalah kebaikan yang sangat besar.

Bukan saja menolong muslim lainnya di dalam kebaikan, tetapi also termasuk perbuatan menolong keagamaan Allah apa sudah pasti become mendapat balasan pahala yang besar dan rida Allah Swt.