Brand bergaul beneran berkembang? Tapi kenapa masih sukar mencari melukis foundation apa sesuai mencapai kulit banci Indonesia? Ini jawabannya.

Anda sedang menonton: Produk make up untuk kulit sawo matang dan berminyak

Brand dipum memang increasingly berkembang beberapa tahun belakangan ini, terbuktinya mencapai makin banyaknya brand lokal bermunculan. Tapi for this reason far, brand dium yang baru-baru ini masih fokusnya merilis liquid lipstick saja. Tapi gimana mencapai perkembangan produk base, kemudian foundation, BB Cream, dan CC Cream dari brand lokal? Apakah sudah ada warna-warna yang lebih lengkap untuk warna kulit banci Indonesia?

Kalau ditanya usai saya, clearly jawabannya belum ada perkembangan yang berarti karena segi opsi warna-warna base makeup ini. Lama-lama, saya penasaran banget, sebenarnya what sih paksaan brand-brand dipum yang nggak mungkin menghadirkan warna-warna base makeup apa luas? atau at least, seleksi melukis foundation yang pas untuk kulit sawo matang. Makanya, kemarin saya memutuskan karena interview dua brand representatif bergaul mengenai halaman ini.

Apa sih kenda saat untuk membuat produk base, foundation, BB Cream atau CC cream di Indonesia?

Dina, research and perkembangan Zoya Cosmetics“Perlu kerumunan sekali dilakukan trial and error di atas responden, dengan bermacam macam warna kulit, hingga digali shade apa pas dan sesuai. Detik adalah tentu saja faktor iklim dan tipe kulit. Bagaimana kita harus pengaturan kebutuhan wanita Indonesia dengan iklim tropis dan jenis kulitnya. Sebagai base asal korea dengan tujuan akhir dewy, noël akan cocok bagi wanita Indonesia yang rata-rata kulitnya berminyak dan banyak sun spot  asibe sinar UV.”

Shasa, Brand Manager Mizzu“Kendalanya akun itu lebih nanti product development, bukan di berwujud baku. Jadi tim R&D harus memutuskan kira-kira mau setelah arah what nih complexion-nya? Nah, klo dari brand lokal, kebanyakan lama di memilih mau tipe foundie / BB / cushion seperti maafkan saya yang berwewenang dibuat, baru masuk ke proses pengembangan produk pantas dengan yang diinginkan. Sad but true, di Indonesia masih sedikit orang yang bener-bener menggunakan complexion ‘niat’ karena day come day ,jadi masih banyak yang memilih menggunakan moisturizer, sunblock dan bedak, then ready to go.”

“Dan kadang untuk produk lokal, agak sulit bikin yang bener-bener wow secara konsistensi buat mindset orang Indonesia, brand dium itu harus murah. Memanggang kita kemudian brand harus cari garis tengah, bagaimana itu? menggunakan berwujud dan harga menjual affordable tapi berkualitas. Itu juga salah satunya kenapa nggak kerumunan produk bergaul yang bisa multi-fungsi such brand-brand luar. Selain itu, demand pasar apa sangat beragam, ada yang mau lightweight, ada apa mau full cover, ada apa mau skin synchro, super matte, dan dewy juga jadi tantangan tersendiri.”

Di Indonesia sendiri aku melihat masih langka banget brand dipum mengeluarkan shade foundation apa luas, konvensional maksimal mengeluarkan hanya 3 shade saja, kira-kira kenapa such itu?

Dina, Research and Development Zoya Cosmetics“Brand asibe ingin mengeluarkan shade apa banyak, dan benar benar benar bagi cat kulit banci Indonesia. Tetapi, noël dipungkiri halaman ini kembali lagi diatas supply dan demand. Brand biasanya ini adalah mengeluarkan shade menjangkau jumlah permintaan pasar yang tertinggi. Masyarakat Indonesia pun masih beranggapan ‘putih menyertainya cantik’, di beberapa menyiksa masih crowd perempuan yang percaya diri menggunakan base apa lebih putih liêu warna kulitnya. Kami Zoya Cosmetics, diatas campaign kami tambahan menggunakan model berkulit sawo matang, buat mengedukasi bahwa berkulit cat apapun mungkin cantik.”

Sasha,Brand Manager Mizzu“Secara teknis, kalo produksi range warna apa super variatif dan beda-beda langsing itu terkadang agak padat mepertahankan konsistensi warna. Jadi misalnya Ada warna A – Z, somehow sanggup kejadian B enim kayak C dan lain sebagainya. Pemfitnahan brand tradisional mengklasifikasikan langsung yellow undertone, pink dll. Walau ternyata masih kurang bisa mencakup melukis kulit.”

*

Lalu gimana tanggapan para consumer mengenai peluang warna foundation dari brand lokal?

Ternyata, ketika saya quambg pertanyaan soal peluang warna foundation lokal ke follower saya di Instagram, hasilnya adalah 85% dirasa nggak puas. Kebanyakan masih berat mencari cat foundation apa pas mencapai kulit mereka, khususnya untuk kulit sawo matang. Dan ternyata chapter ini tambahan dialami untuk pemilik kulit yang putih, untuk kalau ada pun foundation apa cerah, warnanya terlalu pink. enim yang kurang bukan hanya dijumlah peluang warna, tapi penentuan undertone dari foundation akun itu sendiri. Sisanya 15% menjawab sudah cukup puas dengan peluang warna apa ada.

Lalu what yang diharapkan oleh responden dari foundation lokal?

Inginnya brand sanggup menghadirkan rangkaian foundation apa lebih luas. Rangkaian yang di karsa di sini, bukan hanya pilihan warna yang luas, tapi hasil di atas dan tingkat coverage apa beragam juga. Dari segi formula diharapkan semakin banyak foundation atau base makeup apa awet buat kulit feminin Indonesia yang mudah berminyak. Dan apa nggak kalah berbiaya adalah menghadirkan satu produk menjangkau kemasan apa cantik untuk menambah minat buat membeli, dan supaya brand bergaul nggak kalah menjangkau brand luar.

Konklusinya:

Semakin nanti sini, konsumer pun makin teredukasi mengenai pemilihan melukis foundation apa tepat untuk kulitnya. Karena sesuai menjangkau research kecil-kecilan saya kemarin, memang terbukti masih kawanan perempuan Indonesia apa merasa pilihan warna foundation yang terlalu minim. Dan mencapai semakin majunya perindustrian kecantikan di Indonesia, diharapkan brand-brand lokal juga bisa up-to-date, atau keep up mencapai produk luar negri apa harganya terjangkau, tapi memiliki kualitas jempolan, keseimbangan dengan produk high-end.

Lihat lainnya: Inilah Chord Gitar Lagu Dia Anji, Ungkapan Rasa Cinta Dimabuk Kepayang

Semoga, di pertengahan atau di akhir five 2018 ini semakin banyak brand dipum yang “melek” menjadi demand perempuan Indonesia karena menghadirkan produk complexion, spesial foundation dengan warna yang lebih beragam, dan tentunya dengan undertone yang tepat untuk perempuan Indonesia apa cenderung ke yellow/ olive undertone. Karena di ~ kenyatannya standar cantik itu putih, sudah start bergeser di Indonesia.