Jakarta, IDN Times - days Maulid Nabi Muhammad SAW become diperingati pada 19 Oktober 2021. Biasanya, sejumlah umat Islam menggelar acara untuk memperingati hari kelahiran Rasulullah mencapai cara membaca salawat dan diakhiri menjangkau makan bersama ataukah memberi besek.

Anda sedang menonton: Surat alquran tentang maulid nabi

Maulid Nabi diperingati kemudian bentuk memuliakan, menghayati, dan mengetahui sejarah kelahiran Rasulullah SAW.Meski demikian, ada sejumlah orang yang menyatakan perayaan Maulid Nabi Muhammad saw adalah bid"ah. Lalu, benarkah demikian?

Dilansir dari laman unusia.ac.id, sebagian ulama di dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW deviasi satunya mengacu di ~ firman Allah SWT dalam Al-Qur"an surah Yunus ayat 58.

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Artinya: Katakanlah, mencapai anugerah Allah dan rahmatNya (Nabi Muhammad Saw) hendaklah mereka menyambut dengan senang gembira. (QS.Yunus: 58).

Baca Juga: Kemenag Geser Libur Maulid Nabi Muhammad Jadi 20 Oktober 2021


1. Sejarah peringatan Maulid Nabi


*
IDN Times/Imam Rosidin

Dikutip dari nu.or.id, Syekh Hasan as-Sandubi di dalam kitabnya Târîkhul Ihtifâl bil Maulidin Nabawi, sekitar perayaan maulid dari masa Nabi experienced hingga sekarang, disebutkan, selamat Maulid Nabi SAW bertepatan dengan masa Dinasti Fathimiyah.

Syekh Hasan menegaskan:

لَقَدْ دَلَّنِي البَحْثُ عَلَى أَنَّ الْفَاطِمِيِّيْنَ هُمْ أَوَّلُ مَنْ اِبْتَدَعَ فِكْرَةَ الْاِحْتِفَالِ بِذِكْرَى الْمَوْلِدِ النَّبَوِي

Artinya: “Sungguh telah menjadi penunjuk kepadaku, pembahasan (di atas), bahwa sungguh Dinasti Bani Fatimah merupakan doan pertama apa merealisasikan gagasan perayaan karena mengingat kelahiran Nabi Muhammad.” (Hasan as-Sandubi, Tarikhul Ihtifal bil Maulidin Nabawi, , halaman 60-65).

Peringatan Maulid Nabi terus berlanjut dan semakin pesat sampai Dinasti Fatimiyah runtuh dan umat Islam dipimpin malalui ulama-ulama dan kerajaan apa berafiliasi di atas Ahlussunnah wal Jamaah. Selamat Maulid Nabi observed terus berlanjut, dan duluan kalinya diperingati oleh Sultan Nuruddin, penguasa Syiria, pada five 511 H.

Sementara dalam bien Sayyid al-Bakri, disebutkan pelopor kegiatan maulid adalah seorang raja di quận Irbil, Baghdad, al-Mudzhaffar Abu Sa’id.

Kala itu, peringatan Maulid Nabi dilakukan oleh sosial dari berbagai lapisan menjangkau berkumpul di suatu tempat. Mereka membaca Al-Qur"an, bersalawat, baca secara terpisah sejarah kilade perjuangan Rasulullah SAW batin menyebarkan ajaran keagamaan Islam.

Catatan tersebut tambahan tertuang batin kitab al-Bakri bin Muhammad Syatho, I`anah at-Thalibin, Juz II, halaman 364.


Lanjutkan membaca jadwal acara di bawah

Editor’s picks


Baca Juga: Ini alasannya FPI mobil Gelar Maulid Nabi di Petamburan saat Pandemik


Ilustrasi saga Nabi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Namun demikian, ada sejumlah doan yang perhitungan menggelar Maulid Nabi adalah bid"ah. Alasannya, karena di zaman Nabi atau sahabat, noël pernah ada kegiatan berkumpul buat merayakan Maulid Nabi.

Tapi menurut Syekh Hasan as-Sandubi, muhaqqiq dan peneliti senior naskah-naskah Islam asal mesir, di dalam kitabnya Târîkhul Ihtifâl bil Maulidin Nabawi, kyung perayaan maulid dari masa Nabi experienced hingga sekarang, seperti dikutip dari nu.or.id, diatas masa Rasulullah hidup, umat Islam masih fokus di atas perkembangan Islam, membumikan tauhid kepada Allah, dakwah, lifted derajat human dari apa hina menjadi mulia, menjangkau menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah, serta ibadah-ibadah lainnya.

Karena itu, peringatan atau perayaan batin rangka terhormat kelahiran Nabi Muhammad SAW belum terealisasi saat itu.

Begitu tambahan pada zamanKhulafa’ur Rasyidin, para sahabat belum also berpikir tentang perayaan Maulid Nabi SAW yang dikemas mencapai kegiatan-kegiatan secara khusus. Mereka terus menanamkan keimanan setelah ditinggal wafat oleh Nabi saw. Banyaknya orang-orang apa murtad, were tugas secara spesialisasi bagi para sahabat untuk mengembalikan mereka di ~ agama yang benar. Selain itu, para sahabat also melakukan upaya-upaya penyebaran Islam agar semakin pesat dan luas.


*
IDN Times/Imam Rosidin

Soal Maulid Nabi, Sayyid Muhammad bin alawi Al-Maliki Al-Hasani mengatakan:

وَالْحَاصِلُ اَنّ الْاِجْتِمَاعَ لِاَجْلِ الْمَوْلِدِ النَّبَوِيِّ اَمْرٌ عَادِيٌّ وَلَكِنَّهُ مِنَ الْعَادَاتِ الْخَيْرَةِ الصَّالِحَةِ الَّتِي تَشْتَمِلُ عَلَي مَنَافِعَ كَثِيْرَةٍ وَفَوَائِدَ تَعُوْدُ عَلَي النَّاسِ بِفَضْلٍ وَفِيْرٍ لِاَنَّهَا مَطْلُوْبَةٌ شَرْعًا بِاَفْرِادِهَا.

Lihat lainnya: Jadwal Bola Liga Spanyol Hari Ini, Jadwal Liga Spanyol Malam Ini

Artinya: Bahwa sesungguhnya kepanduan Maulid Nabi witnessed merupakan suatu tradisi dari tradisi-tradisi apa baik, yang mengandung kawanan manfaat dan faidah yang kembali kepada manusia, sebab adanya karunia yang besar. Oleh untuk itu dianjurkan batin syara’ menjangkau serangkaian pelaksanaannya.

Dikutip dari nu.or.id, al Hafizh as-Suyuthi ketika ditanya tentang peringatan Maulid Nabi, beliau menjawab:

أَصْلُ عَمَلِ الْمَوِلِدِ الَّذِيْ هُوَ اجْتِمَاعُ النَّاسِ وَقِرَاءَةُ مَا تَيَسَّرَ مِنَ القُرْءَانِ وَرِوَايَةُ الأَخْبَارِ الْوَارِدَةِ فِيْ مَبْدَإِ أَمْرِ النَّبِيِّ وَمَا وَقَعَ فِيْ مَوْلِدِهِ مِنَ الآيَاتِ، ثُمَّ يُمَدُّ لَهُمْ سِمَاطٌ يَأْكُلُوْنَهُ وَيَنْصَرِفُوْنَ مِنْ غَيْرِ زِيَادَةٍ عَلَى ذلِكَ هُوَ مِنَ الْبِدَعِ الْحَسَنَةِ الَّتِيْ يُثَابُ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا لِمَا فِيْهِ مِنْ تَعْظِيْمِ قَدْرِ النَّبِيِّ وَإِظْهَارِ الْفَرَحِ وَالاسْتِبْشَارِ بِمَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ ﷺ

Artinya: diatas dasarnya peringatan maulid, berupa berkumpulnya orang, baca secara terpisah Al-Qur"an, meriwayatkan hadis-hadis circa permulaan historia Nabi dan tanda-tanda yang mengiringi kelahirannya, then disajikan hidangan lalu makan dan bubar setelahnya tanpa ada tambahan-tambahan lain, adalah termasuk bid’ah hasanah (perkara apa baik, meskipun tidak pernah dilakukan di ~ masa Nabi) yang pelakunya akan memperoleh pahala, karena itu merupakan perbuatan mengagungkan Nabi dan menampakkan rasa gembira dan suka cita menjangkau kelahiran Nabi apa mulia” (Disebutkan dalam karya beliau, Husnul Maqshid fi ‘Amalil Maulid).