Simak tafsir surah asy syams apa bisa milik mereka gunakan kemudian pembelajaran, untuk mengambil hikmah dari tafsir surah asy syams ayat 1-10 ini.

Anda sedang menonton: Surat asy syam tulisan arab

Beliau mengupas Surah Asy Syams ayat 1-10. Berikut adalah isi kandungan atau tafsir surah asy syams ayat 1-10 sebagaimana batin tafsir Ibnu Katsir. وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا (1) وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا (2) buat lebih penuh dan jelasnya simak item ini.

Baca Juga : Bukan Cuma Arti, Ini secara rahasia Dari surat Al Qiyamah, Qur"an surah 75

Asy-Syams: 3 bahwa ayat ini semakna dengan firman-Nya: dan siang apabila terang benderang. Surat Asy Syams terdiri atas 15 ayat.

Termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, Dinamai Asy Syams (matahari) diambil dari notes Asy Syams apa terdapat di ~ ayat permulaan surat ini. 

Inilah tafsir surah asy syams ayat 1-10 lengkap dibawah ini.

Tafsir Ibnu Katsir Tafsir surat Asy-Syams, ayat 1-10 - Terjemah

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا (1) وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا (2) وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا (3) وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا (4) وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا (5) وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا (6) وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)

"Demi matahari dan cahayanya dipagi hari, dan moon apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan thiên serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (penciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa menemani itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sebenarnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan pada kenyataannya merugilah orang apa mengotorinya."

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Demi matahari dan cahayanya di pagi hari. (Asy-Syams: 1) Yakni sinarnya di waktu pagi.

Qatadah mengatakan bahwa makna firman-Nya, "Waduhaha," artinya seluruh siang hari, bukan hanya pagi aku saja. 

Ibnu Jarir mengatakan bahwa apa benar ialah bila ia mengatakan bahwa Allah bersumpah dengan menyebut matahari dan siang hari, untuk sinar matahari apa terang terdapat di siang hari.

وَالْقَمَرِ إِذَا تَلاهَا

Dan moon apabila mengiringinya. (Asy-Syams: 2)

Mujahid mengatakan mengiringinya. Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu abbas sehubungan menjangkau makna firman-Nya: dan bulan apabila mengiringinya. (Asy-Syams: 2) Maksudnya, mengiringi siang hari. 

Qatadah mengatakan sehubungan menjangkau makna firman-Nya: apabila mengiringinya. (Asy-Syams: 2) Yaitu malam hilal; bila mentari terbenam, hilal baru kelihatan.

Ibnu Zaid mengatakan bahwa bulan mengiringi matahari di ~ pertengahan moon pertama.

Kemudian sebaliknya matahari mengiringi bulan dan moon mendahuluinya di ~ pertengahan bulan yang terakhir. 

Malik telah laporan dari Zaid ibnu Aslam, bahwa makna yang dimaksud ialah apabila bulan mengiringi matahari di malam Lailatul Qadar.

Firman Allah Swt:

وَالنَّهَارِ إِذَا جَلاهَا

"Dan siang apabila menampakkannya." (Asy-Syams: 3)

Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah bila cuacanya cerah. 

Qatadah mengatakan sehubungan menjangkau makna firman-Nya: dan siang apabila menampakkannya. (Asy-Syams: 3) Yakni apabila siang hari menerangi semuanya.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa sebagian ahli bahasa Arab menakwilkan hal ini mencapai pengertian siang hari apabila ekstrak gelapnya malam hari. 

Dikatakan demikian karena konteks kalimat demo kepada pengertian ini.

Menurut hemat kami, seandainya orang apa berpendapat demikian menakwilkan mencapai pengertian tersebut sebagaimana takwilnya terhadap firman-Nya: dan siang apabila menampakkannya. 

(Asy-Syams: 3) tentulah hal ini lebih major dan lebih sahih bila diterapkan kepada firman-Nya: dan malam apabila menutupinya. (Asy-Syams: 4) Maka takwilnya menjadi kelihatan lebih baik dan lebih kuat; just Allah-lah apa Mengetahui.

Karena itulah maka Mujahid mengatakan sehubungan mencapai firman-Nya: dan siang apabila menampakkannya. 

(Asy-Syams: 3) Bahwa ayat ini semakna menjangkau firman-Nya: dan siang apabila terang benderang. 

(Al-Lail: 2) Adapun Ibnu Jarir, itu memilih pendapat apa merujukkan semua damir kepada matahari dalam semua kalimat itu, pulih mataharilah yang menjadi subjek pembicaraan. 

Para ulama mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah Swt.

Dan malam apabila menutupinya. (Asy-Syams: 4) Yaitu apabila malam lengan baju matahari saat matahari tenggelam, maka seluruh cakrawala dulu gelap.

Baqiyyah ibnul Walid telah berbicara dari Safwan, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Zi Hamamah yang mengatakan bahwa apabila malam days tiba.

Allah Swt. Berfirman, "Hamba-hamba-Ku telah ditutupi oleh makhluk-Ku apa besar," malam hari takut kepada Allah, dan memang Allah yang telah menciptakannya lebih berhak untuk dia takuti. 

Demikianlah menurut maafkan saya yang diriwayatkan malalui Ibnu Abu Hatim. Firman Allah Swt.:

وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا

Dan thiên serta pembinaannya. (Asy-Syams: 5)

Madi sini dapat diartikan sebagai ma masdariyah, sehingga artinya dulu "dan tee serta bangunannya". 

Ini menurut pendapat Qatadah. Dapat pula ia dianggap such huruf apa bermakna man, sehingga artinya menjadi seperti berikut: 

Dan thiên serta Tuhan yang membangunnya. Ini menurut pendapat Mujahid; senin pendapat tersebut saling berkaitan. 

Dan apa dimaksud dengan bina-iha ialah bangunannya yang tinggi. Sebagaimanayang disebutkan di dalam ayat lain malalui firman-Nya:

وَالسَّماءَ بَنَيْناها بِأَيْدٍ- أَيْ بِقُوَّةٍ- وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ وَالْأَرْضَ فَرَشْناها فَنِعْمَ الْماهِدُونَ

"Dan thiên itu kami bangun dengan kekuatan (Kami) dan sesungguhnya kita benar-benar meluaskannya. Dan bumi itu kalian hamparkan; maka sebaik-baik apa menghamparkan (adalah Kami)." Adz-Dzariyat: 47-48).

Demikian pula firman Allah Swt:

وَالأرْضِ وَمَا طَحَاهَا

Dan bumi serta penghamparannya. (Asy-Syams: 6)

Mujahid mengatakan bahwa taha-ha artinya penghamparannya. Al-Aufi telah meriwayatkan dari ibnu abbas sehubungan mencapai firman-Nya: 

Dan penghamparannya. (Asy-Syams: 6) Yakni segala makhluk apa terdapat di dalamnya. 

Ali ibnu Abu Talhah telah memberi tahu dari Ibnu Abbas, bahwa makna apa dimaksud ialah bagian-bagiannya.



*
Tafsir via alquranmulia.wordpress.com

Mujahid, Qatadah, Ad-Dahhak, As-Saddi, As-Sauri, Abu Saleh, dan Ibnu Zaid mengatakan bahwa taha-ha artinya penghamparannya, dan inilah pendapat apa terkenal dan dianut melalui kebanyakan ulama tafsir, tambahan yang membusuk dikalangan lancar bahasa. 

Al-Jauhari mengatakan bahwa tahautuhu sama menjangkau dahawtuhu, artinya aku telah menghamparkannya.

Firman Allah Swt.:

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا

Dan jiwa serta meningkatkan (ciptaan)nya. (Asy-Syams: 7)

Yaitu penciptaannya apa sempurna mencapai dibekali fitrah yang lurus lagi tegak, sebagai yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْها لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ

"Maka hadapkanlah wajahmu menjangkau lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Noël ada perubahan di atas fitrah Allah". (Ar-Rum: 30).

Rasulullah Saw. Telah bersabda:

«كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ، كَمَا تُولَدُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ؟»

"Setiap bayi dilahirkan di dalam keadaan fitrah, maka hanya kedua orang tuanyalah apa menjadikannya seorang Yahudi, atau seorang Nasrani, atau seorang Majusi."

Sebagaimana hewan ternak yang melahirkan anaknya batin keadaan utuh, maka apakah kamu pernah melihatnya ada yang cacat?

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya melalui riwayat Abu Hurairah, sedangkan di di dalam Sahih Muslim disebutkan melalui riwayat Iyad ibnu Hammad Al-Mujasyi"i, dari Rasulullah Saw. Disebutkan bahwa Rasulullah Saw. Telah bersabda:

«يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ فَجَاءَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ»

Allah Swt. Berfirman, "Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku batin keadaan hanif (menyimpang dari kebatilan dan masser kepada perkara hak). Then datanglah setan-setan apa menyesatkan mereka dari agamanya.

Firman Allah Swt.:

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa menyertainya (jalan) kefasikan dan ketakwaannya." (Asy-Syams: 8)

Yakni Allah menerangkan kepadanya jalur kefasikan dan ketakwaan, kemudian memberinya petunjuk kepadanya sesuai dengan what yang telah ditetapkan Allah untuknya.

Ibnu abas mengatakan sehubungan mencapai makna firman Allah Swt.: maka Allah mengilhamkan kepada jiwa menyertainya (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (Asy-Syams: 8) Allah telah keluar kepadanya kebaikan dan keburukan.

Hal apa sama telah dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, Ad-Dahhak, dan As-Sauri. 

SaMd ibnu Jubair mengatakan bahwa Allah mengilhamkan (menginspirasikan) kepadanya jalan jenis dan keburukan. 

Ibnu Zaid mengatakan bahwa Allah Swt. Menjadikan dalam jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kita Safwan ibnu Isa dan Abu Asim An-Nabil, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Azrah ibnu Sabit, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Aqil, dari Yahya ibnu Ya"mur, dari Abul Aswad Ad-Daili yang mengatakan bahwa Imran ibnu Husain mengatakan kepadanya, 

"Bagaimanakah pendapatmu tentang what yang dikerjakan oleh manusia sehingga mereka bersusah payah melakukannya? 

Apakah halaman itu merupakan sesuatu apa telah ditetapkan overhead mereka dan telah digariskan oleh takdir yang terdahulu atas mereka.

Ataukah merupakan sesuatu apa bergantung kepada penerimaan mereka terhadap maafkan saya yang disampaikan oleh Nabi Saw. 

Kepada mereka dan apa telah diperkuat melalui hujjah sebagai alasan terhadap mereka?" Maka Abul Aswad Ad-Daili menjawab, "Tidak demikian, acibe hal akun itu merupakan sesuatu apa telah ditetapkan atas diri mereka oleh takdir Allah.""

Imran ibnu Husain bertanya, "Maka apakah hal itu bukan termasuk perbuatan aniaya?"

Abul Aswad Ad-Daili mengatakan bahwa ia dirasakan sangat terkejut terhadap pertanyaan itu. Maka ia menjawab, 

"Tiada sesuatu pun melainkan dia adalah makhluk-Nya dan menjadi milik-Nya, tiada seorang pun yang menanyakan what yang diperbuat-Nya, sedangkan mereka akan dimintai mendengarkan dari what yang telah mereka kerjakan."

Imran ibnu Husain berkata, "Semoga Allah meluruskanmu, pada kenyataannya aku tanya kepadamu tiada lain buat memberitahukan kepadamu bahwa pernah ada seorang lelaki dari Bani Muzayyanah ataukah Bani Juhainah datang kepada Rasulullah Saw., 

Lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurutmu tentang maafkan saya yang dikerjakan melalui manusia yang mereka bersusah payah menanggulanginya. 

Apakah bab itu merupakan sesuatu apa telah ditetapkan atas mereka batin takdir yang terdahulu. 

Ataukah chapter itu merupakan sesuatu yang mereka terima dari what yang disampaikan melalui Nabi mereka kepada mereka, lalu itu dorongan dengan hujah overhead diri mereka?"

Maka Rasulullah Saw. Menjawab:

«بَلْ شَيْءٌ قَدْ قُضِيَ عَلَيْهِمْ»

Tidak demikian, sebenarnya hal akun itu adalah sesuatu yang telah ditetapkan atas diri mereka. Lelaki itu bertanya lagi, 

"Lalu apakah gunanya itupenggunaan beramal?" Rasulullah Saw. Menjawab, bahwa barang siapa yang diciptakan melalui Allah buat mengerjakan penyimpangan satu di antara keduanya, maka Allah menyiapkannya untuk itu.

Dan hal yang membenarkan ini di dalam Kitabullah adalah firman-Nya yang mengatakan: dan jiwa serta meningkatkan (ciptaan)nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa akun itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (Asy-Syams: 7-8).

Imam Ahmad dan Imam Muslim meriwayatkannya oleh hadis Azrah ibnu Sabit mencapai sanad apa sama.

Firman Allah Swt.:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

"Sesungguhnya beruntunglah orang apa menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (Asy-Syams: 9-10)

Takwil makna ayat dapat ia mengatakan bahwa sesungguhnya beruntunglah orang apa menyucikan dirinya dengan taat kepada Allah, sebagaimana apa dikatakan melalui Qatadah.

Dan membersihkannya dari akhlak-akhlak apa hina. Hal apa semisal telah laporan pula dari Mujahid, Ikrimah, dan Sa"id ibnu Jubair. Makna ayat ini kemiripan dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain malalui firman-Nya:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى

"Sesungguhnya beruntunglah people yang stabil diri (dengan beriman), dan itu ingat nama Tuhannya, lalu dialah salat." (Al-Ala: 14-15)

Adapun firman Allah Swt.:

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

"Dan sesungguhnya merugilah orang apa mengotorinya". (Asy-Syams: 10) 

Yakni membenamkannya, menguburnya, dan menghinakannya dengan noël mengikuti jalan petunjuk, hingga terjerumuslah dia ke dalam perbuatan-perbuatan maksiat dan meninggalkan ketaatan kepada Allah Swt.

Dapat juga makna ayat ditakwilkan mencapai pengertian berikut, bahwa beruntunglah orang yang jiwanya dibersihkan melalui Allah, dan merugilah orang yang jiwanya ditakdirkan kotor malalui Allah Swt. 

Sebagaimana apa dikatakan oleh Al-Aufi dan Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas.

Baca Juga : Isi Kandungan suratnya Al Isra Ayat 32, fullest dengan Artinya

Ibnu Abu ha mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku dan Abu Zur"ah, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kalian Sahl ibnu Usman, telah menceritakan kepada kami Abu Malik alias Amr ibnul Haris, dari Amr ibnu Hisyam, dari Juwaibir, dari Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ia pernah dengar Rasulullah Saw. Sehubungan menjangkau makna firman-Nya:

Sesungguhnya beruntunglah orang apa menyucikan jiwa itu. (Asy-Syams: 9) Maka beliau Saw. Bersabda: Beruntunglah jiwa orang yang di sucikan malalui Allah Swt.

Ibnu Abu hatim telah meriwayatkannya pula melalui hadis Abu Malik mencapai sanad apa sama. 

Juwaibir apa disebutkan dalam perawi hadis ini adalah Ibnu Sa"id, orangnya berpredikat matruk, dan lainnya Ad-Dahhak belum pernah bersua dengan Ibnu Abbas.



*
Penjelasan via techno.okezone.com

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Usman ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi"ah, dari Amr ibnu Dinar, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. Bila bacaannya sampai di ~ ayat ini, yaitu firman-Nya: dan jiwa serta peningkatan (ciptaan)nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (Asy-Syams: 7-8)

Maka beliau Saw. Menghentikan bacaannya, lalu berdoa:

«اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، وَخَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا»

"Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, Engkau adalah apa Memiliki dan apa Menguasainya, dan (Engkau) adalah sebaik-baik apa menyucikannya.".

Ibnu Abu hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar"ah, telah menceritakan kepada kita Ya"qub ibnu Humaid Al-Madani, telah menceritakan kepada kita Abdullah ibnu Abdullah Al-Umawi, telah menceritakan kepada kalian Ma"an ibnu Muhammad Al-Gifari, dari Hanzalah ibnu Ali Al-Aslami, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa ia pernah dengar Rasulullah Saw. Kata sandi firman-Nya: maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (Asy-Syams: 8)

Lalu beliau Saw. Berdoa:

«اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا»

"Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya; dan sucikanlah jiwaku, Engkau sebaik-baik yang menyucikannya, Engkau Pemiliknya dan yang Menguasainya."

Mereka tidak ada apa mengetengahkannya dari jalan ini. Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki", dari Nafi", dari Ibnu Umar, dari garam ibnu Sa"id, dari Aisyah r.a., bahwa ia dirasa kehilangan Nabi Saw. Di secara spasial peraduannya, lalu ia mencarinya mencapai meraba-rabakan tangannya (dalam kegelapan malam), dan tangannya memegang diri Nabi Saw. Apa saat itu sedang melakukan sujud seraya berdoa:

«رَبِّ أَعْطِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا»

"Ya Tuhanku, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaik-baik apa menyucikannya dan Engkan adalah apa Memiliki dan yang Menguasainya."

Imam Ahmad berbicara hadis ini secara munfarid.

Hadis lain. Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid ibnu Ziyad, telah menceritakan kepada kita Asim Al-Ahwal, dari Abdullah ibnul HariS, dari Zaid ibnu Arqam apa mengatakan bahwa Rasulullah Saw. Sering mengucapkan doa berikut:

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْهَرَمِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ. اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ. وَعِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَدَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا»

"Ya Allah, sebenarnya aku penampungan kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kepikunan, sifat pengecut, sifat kikir, dan azab kubur. Miliki Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaik-baik yang menyucikannya, Engkau adalah Pemilik dan apa Menguasainya. Miliki Allah, sebetulnya aku perlindungan kepada Engkau dari hati yang noël khusyuk, dari jiwa yang noël pernah kenyang (puas), dari ilmu yang noël bermanfaat, dan dari doa yang noël diperkenankan."

Ibnu Zaid mengatakan, Rasulullah Saw. Mengajarkan kepada kita doa-doa tersebut, dan sekarang kita mengajarkannya kepada kalian.

Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Abu Mu"awiyah, dari Asim Al-Ahwal, dari Abdullah ibnul haris dan Abu Usman An-Nahdi, dari Zaid ibnu Arqam mencapai lafaz apa sama.

Lihat lainnya: Surah Al Humazah Beserta Artinya, Surat Al Humazah, Arab, Latin, Dan Artinya

Demikian Tafsir Ibnu Katsir Tafsir Surah Asy Syams, ayat 1-10 Lengkap, harapan bisa menambah wawasan dan bermanfaat bagi Anda.